Kamis, 07 Juni 2018

DESAIN PEMBELAJARAN BERBASIS TEKHNOLOGI INFORMASI DAN KUMUNIKASI

DESAIN PEMBELAJARAN BERBASIS TEKHNOLOGI INFORMASI DAN KUMUNIKASI


                        Pada era Globalisasi saat ini pendidikan diberbagai macam Negara sudah sangat maju dengan kemajuan-kemajun tekhnologi. Dengan pembelajaran berbasis Tekhnologi ini telah membuka wawasan dan kesadaran masyarakat dengan sejumlah harapan dan kecemasan. Dari segi harapan muncul perbaikan kualitas dari segi  ilmu tekhnologi (IPTEK) dan (INFOTEK). Dan dari segi kecemasan, adanya perubahan yang sangat cepat dan menyebabkan masyarakat sulit untuk beradaptasi karena kecanggihan tekhnologi pada saat ini.
                        UNISCO memastikan bahwa semua negara, baik yang maju maupun berkembang harus mempunyai fasilitas-fasilitas pendidikan yang berbasis tekhnologi demi mempersiapkan SDM yang berkualitas yang diharapkan mampu bersaing di era Globalisasi pada saat ini.
                        Setiap lembaga pendidikan yang berkualitas merupakan dambaan bagi masyarakat dan Negara. Karena, setiap sekolah harus dapat dikelola dan diberdayakan agar mampu mewujudkan predikat sebagai ‘’Lembaga Pendidikan Yang Berkualitas’’. Namun disamping itu ada kendala baik dari tenaga pendidikan maupun fasilitas pendidikan yang kurang memadai.
                        Desain pembelajaran diperlukan karena jika seorang guru masuk kelas tanpa persiapan untuk mengajar, maka ia harus siap untuk menerima keluar tanpa kehormatan dan kewibawaan. Seorang guru yang kompetensial dan profesional, akan terukur dari sejumlah mana dia dapat mendisain pembelajaran dan mengajarkannya dalam sebuah proses pembelajaran dikelas dengan baik. Disain pembelajaran ini sangat esensial karena pengelolaan dan evaluasi pembelajaran pada hakikatnya tergantung pada disain pembalajaran yang sudah dirancang oleh seorang guru.

       Adapun Desain Tujuan Pembelajaran
       Ada alasan menurut Sudirman (2004:58) yang perlu dirumuskan :
1.      Jika suatu pekerjaan tidak disertai dengan tujuan yang jelas dan benar, maka akan sulitlah untuk memilih atau merencanakan bahan dan strategi yang hendak ditempuh dan dicapai
2.      Rumusan tujuan yan baik dan terinci akan mempermudah pengawasan dan penilaian hasil belajar sesuai dengan harapan yang dikehendaki dari sisi belajar
3.      Perumusan tujuan yang benar akan memberikan pedoman bagi subjek belajar (peserta didik) dalam menyelesaikan materi dan kegiatan belajarnya
Tujuan pembelajaran merupakan suatu keharusan dibuat oleh guru maupun dosen. Tujuan instruksional merupakan kerangka kerja secara operasional yang dibuat dalam bentuk silabus sebagai rencana pembelajaran sebagai pokok-pokok bahasan yang akan diaplikasikan dalam pembelajaran dikelas.

       Manfaat Tujuan Pembelajaran
1.      Waktu mengajar dapat dialokasikan dan dimanfaatkan secara tepat
2.      Pokok bahasan dapat dibuat seimbang, sehingga tidak ada materi pelajaran yang dibahas terlalu mendalam atau terlalu sedikit
3.      Guru dapat menetapkan berapa banyak materi pelajaran yang dapat atau sebaliknya disajikan dalam jam pelajaran
4.      Guru dapat menetapkan urutan dan rangkaian materi pelajaran secara tepat
5.      Dapat dengan mudah menetapkan dan mempersiapkan strategi pembelajaran yang cocok dan menarik
6.      Dengan mudah tepat dan cukup waktu untuk mempersiapkan berbagai keperluan peralatan untuk proses mengajar
7.      Dapat dengan mudah mengukur keberhasilan siswa dalam mengajar
8.      Dapat menjamin bahwa hasil belajarnya akan lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar tanpa tujuan instruksional

Desain Materi Pembelajaran
Sebelum guru memasuki kelas, ia harus merancang muatan tentang apa yang mesti disampaikan kepada siswanya. Sesui dengan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai, dan pengalaman belajar siswa nantinya mengandung muatan pelajaran yang bermanfaat untuk kebutuhan siswa-siswi tersebut.
Setiap bahan materi yang sudah kita rancang, mesti sudah terseleksi dan terorganisir yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan siswa, apakah sesuai dengan pengetahuan tingkat rendah, menengah ataupun tingkat tinggi. Dan juga ranah pemahaman, dan keterampilan. Guru memberi materi terstruktur dari tingkat yang paling mudah sampai pada tingkat yang paling sulit.
            Menyusun Materi Bahan Ajar
·      Nama, lambang, label, tempat, tanggal, tahun
·      Definisi
·      Pemberian tentang objek atau kejadian
·      Fakta lain yang penting untuk pokok bahasan
Sebagai seorang guru harus profesional dalam tanggung jawab atas materi pelajaran yang disampaikan. Pelayanan terhadap siswa dalam berinteraksi harus memeberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya lebih banyak, waktu lebih banyak dikuasai oleh siswa-siswi sebagai titik pusat belajar.

            Desain Karakteristik Peserta Didik
             Ada beberapa manfaat :
·      Memporel gambaran yang lengkap dan terperinci tentang kemampuan awal para siswa-siswi
·      Kita dapat memperoleh gambaran tentang luas dan jenis pengalaman yang telah dimiliki oleh siswa
·      Mengetahui latar belakang sosial kultur para siswa, termasuk latar belakang keluarganya
·      Kita dapat mengetahui tingkat pertumbuhan dan perkembangan siswa, baik jasmaniah maupun rohaniah
·      Dapat mengetahui aspirasi dan kebutuhan para siswa
·      Kita dapat mengetahui tingkat penguasaan pengetahuan yang telah diperoleh oleh siswa-siswi sebelumnya
·      Dapat mengetahui tingkat penguasaan bahasa, baik lisan maupun tertulis
·      Dan kita dapat mengetahui sikap dan nilai yang menjiwai siswa


Deasin Proses Pembelajaran
                        Proses pemebelajaran adalah seperangkat kegiatan belajar yang yang dilakukan siswa (peserta didik). Dilaksanakan dibawah bimbingan guru. Setiap kegiatan mengajar sering dikaitkan dengan mengajar, bahkan belajar mengajar digabungkan menjadi pembelajaran, sehingga sulit dipisahkan.
                        Makna dari proses belajar ditandai dengan perubahan tingkah laku, karena memperoleh pengalaman baru dari proses belajarnya tersebut. Pengalaman baru yang didapat dari belajarnya, diartikan sebagai kegiatan atau usaha mengembangkan arti dari peristiwa atau situasi, sehingga orang dapat memiliki cara pemecahan suatu masalah baik sekarang maupun masa yang akan datang. Makna mengajar adalah aktivitas seseorang guru dalam rangka mentransfer pengalaman belajar kepada siswa atau mahasiswa.
Tiga pilar utama yang menunjukkan bahwa guru telah bekerja secara profesional :
1.      Menguasai materi pembelajaran
2.      Profesional untuk menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa
3.      Berkepribadian matang

Model-model pembelajaran
·      Model pembelajaran Kooperatif (cooperative learning)
Merupakan pembelajaran yang secara sadar dan sengaja mengembangkan interaksi yang saling asuh antar siswa untuk menghindari ketersinggungan dan kesalah pahaman yang dapat menimbulkan permusuhan. Menurut Salvin (1995).
·      Model pembelajaran Remedial
Merupakan layanan pendidikan yang diberikan kepada peserta didik untuk memperbaiki prestasi belajarnya, sehingga mencapai kretiria ketuntasan yang ditetapkan oleh seorang guru. Pembelajaran remedial merupakan pemberian perlakuan khusus terhadap peserta didik yang mengalami hambatan dalam kegiatan belajarnya.


Deasain Interaksi Pembelajaran
                        Persoalan Interaksi didalam kelas didalam kelas banyak guru mengahadapi kesulitan oleh karena masalah komunikasi ini berlangsung antara orang dewasa dengan orang yang masih harus dewasa. Persoalan interaksi adalah tidak terlepasnya dari persoalan komunikasi.
Surakhmad, 1996 menggolongkan interaksi kepada 3 hal :
1.      Pengalaman rill, yaitu segenap media didalam dinia kehidupan sehari-hari
2.      Pengalaman buatan, yakni segenap media yang sengaja diciptakan untuk mendekatkan pengertian pada pengalaman rill
3.      Pengalaman verbal, dimana bahasa adalah alat utama, baik lisan maupun tertulis

Setiap dalam proses interaksi,antara siswa dan guru atau dosen dan mahasiswa, dibutuhkan komponen-komponen pendukung seperti ciri-ciri interaksi edukatif :
·      Ada tujuan yang ingin dicapai
·      Ada bahan
·      Ada siswa yang aktif
·      Ada guru yang berperan
·      Ada metode yang relevan
·      Ada situasi yang mendukung dalam proses pembelajaran
·      Ada penilaian terhadap hasil interaksi


Desain Pesan Pembelajaran
                        Sebagai seorang guru atau dosen, pesan yang disampaikan harus efektif dan harus kita rancang seberapa banyak yang akan kita sampaikan, dan kita harus faham dan dapat kita laksanakan.
Jenis-jenis pesan
1.      Pesan verbal
ü Kata-kata dalam arti
ü Lambang dan referen
ü Denotasi dan konotasi
ü Bahasa dan fikiran
2.      Pesan non verbal
ü Penggunaan pesan nonverbal
Komunikasi berhadapan muka, tersedia untuk digunakan cara-cara verbal dan nonverbal
ü Fungsi informasi nonverbal
Dalam suatu pembelajaran, guru memberikan atau menyampaikan informasi kepada siswa dalam bentuk pesan tertulis dan lisan, dan juga guru membantu siswa untuk memahami materi yang disajikan dan jika mungkin menrapkan materi tersebut pada masalah-masalah nyata dalam kehidupan siswa.




Disusun Oleh Jajang Kurniawan (Tp.161484)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar