DESAIN
PEMBELAJARAN BERBASIS TEKHNOLOGI INFORMASI DAN KUMUNIKASI
Pada
era Globalisasi saat ini pendidikan diberbagai macam Negara sudah sangat maju
dengan kemajuan-kemajun tekhnologi. Dengan pembelajaran berbasis Tekhnologi ini
telah membuka wawasan dan kesadaran masyarakat dengan sejumlah harapan dan
kecemasan. Dari segi harapan muncul perbaikan kualitas dari segi ilmu tekhnologi (IPTEK) dan (INFOTEK). Dan
dari segi kecemasan, adanya perubahan yang sangat cepat dan menyebabkan
masyarakat sulit untuk beradaptasi karena kecanggihan tekhnologi pada saat ini.
UNISCO
memastikan bahwa semua negara, baik yang maju maupun berkembang harus mempunyai
fasilitas-fasilitas pendidikan yang berbasis tekhnologi demi mempersiapkan SDM
yang berkualitas yang diharapkan mampu bersaing di era Globalisasi pada saat
ini.
Setiap
lembaga pendidikan yang berkualitas merupakan dambaan bagi masyarakat dan
Negara. Karena, setiap sekolah harus dapat dikelola dan diberdayakan agar mampu
mewujudkan predikat sebagai ‘’Lembaga Pendidikan Yang Berkualitas’’. Namun
disamping itu ada kendala baik dari tenaga pendidikan maupun fasilitas
pendidikan yang kurang memadai.
Desain
pembelajaran diperlukan karena jika seorang guru masuk kelas tanpa persiapan
untuk mengajar, maka ia harus siap untuk menerima keluar tanpa kehormatan dan
kewibawaan. Seorang guru yang kompetensial dan profesional, akan terukur dari
sejumlah mana dia dapat mendisain pembelajaran dan mengajarkannya dalam sebuah
proses pembelajaran dikelas dengan baik. Disain pembelajaran ini sangat
esensial karena pengelolaan dan evaluasi pembelajaran pada hakikatnya
tergantung pada disain pembalajaran yang sudah dirancang oleh seorang guru.
Adapun Desain Tujuan Pembelajaran
Ada
alasan menurut Sudirman (2004:58) yang perlu dirumuskan :
1. Jika
suatu pekerjaan tidak disertai dengan tujuan yang jelas dan benar, maka akan
sulitlah untuk memilih atau merencanakan bahan dan strategi yang hendak
ditempuh dan dicapai
2. Rumusan
tujuan yan baik dan terinci akan mempermudah pengawasan dan penilaian hasil
belajar sesuai dengan harapan yang dikehendaki dari sisi belajar
3. Perumusan
tujuan yang benar akan memberikan pedoman bagi subjek belajar (peserta didik)
dalam menyelesaikan materi dan kegiatan belajarnya
Tujuan pembelajaran merupakan suatu
keharusan dibuat oleh guru maupun dosen. Tujuan instruksional merupakan
kerangka kerja secara operasional yang dibuat dalam bentuk silabus sebagai
rencana pembelajaran sebagai pokok-pokok bahasan yang akan diaplikasikan dalam
pembelajaran dikelas.
Manfaat Tujuan Pembelajaran
1. Waktu
mengajar dapat dialokasikan dan dimanfaatkan secara tepat
2. Pokok
bahasan dapat dibuat seimbang, sehingga tidak ada materi pelajaran yang dibahas
terlalu mendalam atau terlalu sedikit
3. Guru
dapat menetapkan berapa banyak materi pelajaran yang dapat atau sebaliknya
disajikan dalam jam pelajaran
4. Guru
dapat menetapkan urutan dan rangkaian materi pelajaran secara tepat
5. Dapat
dengan mudah menetapkan dan mempersiapkan strategi pembelajaran yang cocok dan
menarik
6. Dengan
mudah tepat dan cukup waktu untuk mempersiapkan berbagai keperluan peralatan
untuk proses mengajar
7. Dapat
dengan mudah mengukur keberhasilan siswa dalam mengajar
8. Dapat
menjamin bahwa hasil belajarnya akan lebih baik dibandingkan dengan hasil
belajar tanpa tujuan instruksional
Desain Materi
Pembelajaran
Sebelum guru memasuki kelas, ia harus
merancang muatan tentang apa yang mesti disampaikan kepada siswanya. Sesui
dengan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai, dan pengalaman belajar siswa
nantinya mengandung muatan pelajaran yang bermanfaat untuk kebutuhan
siswa-siswi tersebut.
Setiap bahan materi yang sudah kita
rancang, mesti sudah terseleksi dan terorganisir yang disesuaikan dengan
tingkat kemampuan siswa, apakah sesuai dengan pengetahuan tingkat rendah,
menengah ataupun tingkat tinggi. Dan juga ranah pemahaman, dan keterampilan.
Guru memberi materi terstruktur dari tingkat yang paling mudah sampai pada
tingkat yang paling sulit.
Menyusun Materi Bahan Ajar
· Nama,
lambang, label, tempat, tanggal, tahun
· Definisi
· Pemberian
tentang objek atau kejadian
· Fakta
lain yang penting untuk pokok bahasan
Sebagai
seorang guru harus profesional dalam tanggung jawab atas materi pelajaran yang
disampaikan. Pelayanan terhadap siswa dalam berinteraksi harus memeberi
kesempatan kepada siswa untuk bertanya lebih banyak, waktu lebih banyak
dikuasai oleh siswa-siswi sebagai titik pusat belajar.
Desain Karakteristik Peserta Didik
Ada beberapa manfaat :
· Memporel
gambaran yang lengkap dan terperinci tentang kemampuan awal para siswa-siswi
· Kita
dapat memperoleh gambaran tentang luas dan jenis pengalaman yang telah dimiliki
oleh siswa
· Mengetahui
latar belakang sosial kultur para siswa, termasuk latar belakang keluarganya
· Kita
dapat mengetahui tingkat pertumbuhan dan perkembangan siswa, baik jasmaniah
maupun rohaniah
· Dapat
mengetahui aspirasi dan kebutuhan para siswa
· Kita
dapat mengetahui tingkat penguasaan pengetahuan yang telah diperoleh oleh
siswa-siswi sebelumnya
· Dapat
mengetahui tingkat penguasaan bahasa, baik lisan maupun tertulis
· Dan
kita dapat mengetahui sikap dan nilai yang menjiwai siswa
Deasin Proses
Pembelajaran
Proses pemebelajaran
adalah seperangkat kegiatan belajar yang yang dilakukan siswa (peserta didik).
Dilaksanakan dibawah bimbingan guru. Setiap kegiatan mengajar sering dikaitkan
dengan mengajar, bahkan belajar mengajar digabungkan menjadi pembelajaran,
sehingga sulit dipisahkan.
Makna dari proses
belajar ditandai dengan perubahan tingkah laku, karena memperoleh pengalaman
baru dari proses belajarnya tersebut. Pengalaman baru yang didapat dari
belajarnya, diartikan sebagai kegiatan atau usaha mengembangkan arti dari
peristiwa atau situasi, sehingga orang dapat memiliki cara pemecahan suatu
masalah baik sekarang maupun masa yang akan datang. Makna mengajar adalah
aktivitas seseorang guru dalam rangka mentransfer pengalaman belajar kepada
siswa atau mahasiswa.
Tiga
pilar utama yang menunjukkan bahwa guru telah bekerja secara profesional :
1. Menguasai
materi pembelajaran
2. Profesional
untuk menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa
3. Berkepribadian
matang
Model-model
pembelajaran
· Model
pembelajaran Kooperatif (cooperative
learning)
Merupakan
pembelajaran yang secara sadar dan sengaja mengembangkan interaksi yang saling
asuh antar siswa untuk menghindari ketersinggungan dan kesalah pahaman yang
dapat menimbulkan permusuhan. Menurut Salvin (1995).
· Model
pembelajaran Remedial
Merupakan layanan pendidikan yang
diberikan kepada peserta didik untuk memperbaiki prestasi belajarnya, sehingga
mencapai kretiria ketuntasan yang ditetapkan oleh seorang guru. Pembelajaran
remedial merupakan pemberian perlakuan khusus terhadap peserta didik yang
mengalami hambatan dalam kegiatan belajarnya.
Deasain Interaksi Pembelajaran
Persoalan
Interaksi didalam kelas didalam kelas banyak guru mengahadapi kesulitan oleh
karena masalah komunikasi ini berlangsung antara orang dewasa dengan orang yang
masih harus dewasa. Persoalan interaksi adalah tidak terlepasnya dari persoalan
komunikasi.
Surakhmad, 1996
menggolongkan interaksi kepada 3 hal :
1. Pengalaman
rill, yaitu segenap media didalam dinia kehidupan sehari-hari
2. Pengalaman
buatan, yakni segenap media yang sengaja diciptakan untuk mendekatkan
pengertian pada pengalaman rill
3. Pengalaman
verbal, dimana bahasa adalah alat utama, baik lisan maupun tertulis
Setiap
dalam proses interaksi,antara siswa dan guru atau dosen dan mahasiswa,
dibutuhkan komponen-komponen pendukung seperti ciri-ciri interaksi edukatif :
· Ada
tujuan yang ingin dicapai
· Ada
bahan
· Ada
siswa yang aktif
· Ada
guru yang berperan
· Ada
metode yang relevan
· Ada
situasi yang mendukung dalam proses pembelajaran
· Ada
penilaian terhadap hasil interaksi
Desain Pesan
Pembelajaran
Sebagai seorang guru
atau dosen, pesan yang disampaikan harus efektif dan harus kita rancang
seberapa banyak yang akan kita sampaikan, dan kita harus faham dan dapat kita
laksanakan.
Jenis-jenis
pesan
1. Pesan
verbal
ü Kata-kata
dalam arti
ü Lambang
dan referen
ü Denotasi
dan konotasi
ü Bahasa
dan fikiran
2. Pesan
non verbal
ü Penggunaan
pesan nonverbal
Komunikasi berhadapan
muka, tersedia untuk digunakan cara-cara verbal dan nonverbal
ü Fungsi
informasi nonverbal
Dalam suatu pembelajaran, guru
memberikan atau menyampaikan informasi kepada siswa dalam bentuk pesan tertulis
dan lisan, dan juga guru membantu siswa untuk memahami materi yang disajikan
dan jika mungkin menrapkan materi tersebut pada masalah-masalah nyata dalam
kehidupan siswa.
Disusun Oleh Jajang Kurniawan (Tp.161484)
Disusun Oleh Jajang Kurniawan (Tp.161484)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar