Artikel desain pembelajaran
Dalam desain pembelajaran brbasis
teknologi dan informasi kita pasti seorang guru wajib atau harus bisa
menggunakan teknologi dalam pembelajaran serta kita seorang guru pasti harus
bisa mendesain bagaimana pola kelas dan tata cara seorang guru dalam mendesain proses
pembelajaran. Pembelajaran desain ini sangat membantu kita karna apa kita akan
tau bagaiman mana cara kita mendesain pola mengajar.
Dengan munculnya era globalisasi di
penghujung millennium kedua ini, telah membuka wawasan dan kesadaran
masyarakat, dengan sejumlah harapan sekaligus kcemasan. Harapan-harapan ini
muncul karna ada prbaikan kualitas hidup dan kehidupan di satu sisi sebagai
akibat penguasaan ilmu pengetahuan dan
teknologi serta informasi dan teknologi dan disisi lain muncul juga kecemasan-kecemasan,
hal ini disebabkan oleh adanya untuk beradaptasi di dalamnya.
Hari ini peserta didik mulai dari
sekolah dasar, sekolah menengah pertama maupun menengah atas di perguruan
tinggi sudah di prkenalkan dengan dunia information tecnologi. Sebagai tnaga
pendidik dan tenaga kependidikan pada zaman sekarangpun sudah sangat mengenal
dunia ini. Dengan diterapkan model pembelajaran brbasis multimedia ini akan
membantu siswa dan mahasiswa agara lebih melek lagi dengan dunia informasi
teknologi karena tidak semua peserta didi kenal betul dengan dunia ini.
Mengapa perlu desain pembelajaran
jika seorang guru masuk kelas dan mengajar dengan tanpa ada persiapan maka dia
harus siap keluar dari kelas tanpa kehormatan dan kebiwaan. Kenapa karna
seorang guru harus mempunyaim pegangan atau setidaknya sudah mampu dalam
bidangnya agar saat dia mengajar tidak lagi merasa kurang akan materinya,
Karena seorang guru harus mampu menguasai saat dia mengajar dan ada murid yang
bertanya dia sudah paham dan dia akan di segani oleh kalangan murid karna apa
dia sudah menguasai atau ada persiapan. Berbeda dengan seorang guru tyang tanpa
ada pegangan dia akan merasa ada yang kurang pada dirinya . seorang guru
sebelum masuk kelokal dia harus sudah mendesain pembelajaran sebelum belajar
agar proses mengajar tersebutberjalan dengan baik.
Desain kurikulum dan pembaharuan guru
dan peserta didik berbasis teknologi informasi laju perkembangan teknologi
menuntut ada pmbaharuan guru dan peserta didik dengan pndekatan adaptif dan
adaptatif dengan perkembangan teknologi dan kompetensi-kompetensi yang
senantiasa berubah, untuk itu dibutuhkan para peserta didik dan pendidik
mengharuskan adanya kurikulum yang menjawab tuntutan perubahan dan pengembangan
guru dan peserta didik yang cepat.
Kenapa harus ada tujuan pembelajaran
merupakan suatu keharusan bagi seorang dosen guru tau pendidik dalam rangka
merusmuskan atau merncanakan bahan pelajaran yang akan diajarkan kepada siswa.
Dngan demikian, menurut martinis(2006-23) ada beberapa keuntungan yang dapat
diperoleh oleh guru dan dosen, apabila menggunakan tujuan yang jelas dan benar,
antara lain adalah:
-
Waktu
mengajar dapat dialokasikan dan manfaatkan secara tepat.
-
Pokok
bahasan dapat dibuat seimbang , sehingga tidak ada materi pelajaran yang di
bahas terlalu mendalam atau terlalu sedikit.
-
Guru
dapat menetapkan berapa banyak materi pelajaran yang dapat atau sebaliknya
disajikan dalam jam pelajaran.
-
Guru
dapat menetapkan urutan urutan dan rangkaian materi pelajaran acara tepat.
Artinya peletakan masing-masing materi pelajaran akan memudahkan siswa dalam
mempelajari isi pelajaran.
-
Guru
dapat dengan mudah menetapkan dan mempersiapkan strategi pembelajaran yang
cocok dan menarik.
-
Guru
dapat dengan mudah mengukur keberhasilan siswa dalam belajar.
-
Guru
dapat menjamin bahwa hasil belajarnya akan lebih baik dibandingkan dengan hasil
belajar tanpa tujuan intruksional.
Adapun tujuan intruksional ini, biasanya dibagi pada dua
bagian yaitu: tujuan
intruksional umum (TIU) dan tujuan intruksional khusus (TIK).
a.
Tujuan
intruksional umum (TIU)
Ada beberapa
pengertian tujuan intruksional umum(TIU) yang dirumuskan para ahli terdahulu,
dan dapat dijadikan sebagai pedoman bagi guru dan dosen dalam pengembangan tujuan
intruksional , yaitu:
1.
Menurut
SK menteri pendidikan dan kebudayaan no. 8/ U/1975, TIU diartikan sebagai
tujuan-tujuan yang pencapaianya dibebankan kepada program pengajaran suatu
bidang pelajaran.
2.
Menurut
gene, et al (1979) tujuan intruksional merepukan pernyataan umum mengenai hasil
suatu program pengajaran.
3.
TIU
adalah suatu pernyataan yang menjelaskan mengenai apakah kemampuan yang harus
dimiliki oleh siswa setelah selesai mengikuti suatu pelajaran (Dick& Carey,
1996, dalam sadirman, 2003:68)
4.
Tujuan
intruksional umum (TIU) menggariskan hasil-hasilan di bidang-bidang studi yang
seharusnya dicapai siswa. Tujuan instruksional sekaligus menjadi hasil yang
harus diperoleh siswa yang akan tampak setalah proses belajar-mengajar selesai
(djiwandono, 2005:1999).
5.
Tujuan
instruksional adalah suatu pernyataan yang spesifik yang dinyatakan dalam
bentuk prilaku atau penampilan yang diwujudkan dalam bentuk tulisan untuk
menggambarkan hasil belajar yang diharapkan . prilaku ini dapat diwujudkan
dalam bentuk fakta nyata(over) dan prilaku yang berbentuk faktanya samar( coert
eduar L.D, &Dabvid E,K.1981 dalam yamin, 2006,24)
Sebelum guru memasuki ke local atau
kelas pasti guru tersebut sudah mempelajari apa yang harus dia sampaikan nanti
agar nanti dia dihormati dan di hargai oleh para murid serta guru harus mampu
mendesain pembelajaran agar meperjelaskan pelajar itu bisa di mengerti apa yang
disampaikan. Seorang guru harus mampu bisa merancang dan mengorganisasi materi
pelajaran. Materi atau bahan pelajaran yang telah kita rancang, mesti tlah
terseleksi dan trorganisir. Disesuaikan tingkat kumampuan siswa yang akan
belajar, apakah muatan itu pada tanah pngetahuan tingkat rendah, menengah, dan
tinggi. Demikian juga ranah pemahaman, ranah ketrampilan. Guru memberi materi
secara terstruktur dimulai dari singkat tingkat yang paling mudah sampai pada
tingkat sulit.
Seorang guru juga harus menyusun
materi bahan ajaran dari nama, lambing, label,tempat, tanggal, tahun ,definisi,
pemberian tentang objek atau kejadian , fakta lain yang penting untuk bahasan.
Serta seorang guru harus dapat
mendesai karateristik seorang siswa agar mengetahui kemampuan siswa saat
belajar karena apa dalam proses ini sangatlah penting sorang guru yang dapat
membaca karakteristik sprang siswa dia akan tau bagaimana dia mengelola
pembelajaran dengan sesuai kmampuan pembelajaran siswa. Karena setiap siswa
memiliki keterbatasan piker serta polapembelajaran pada siswa pasti sangat
berbeda-beda. Seorang guru pun dapat membaca tentang bagaimana keluasan
kepengetahuan seorang siswa trsebut dengan brdasarkan pengalaman tersebut lah
guru dapat mmberikan bahan yang lebih tepat, mantap dan memeberikannya.
Seorang guru pun harus tau latar
belakang kultur para siswanya termasuk latar belakang keluarga, seperti tingkat
pendidikan orang tuanya. Tingkat social ekonomi dari situlah nanti seorang guru
dapat mengatasi siswa yang jika mungkin ada masalah tentang factor tersebut.
Desain proses pembelajaran
Proses pembelajaran merupakan
kegiatan fundamental dalam proses pendidikan yang mana trjadinya proses belajar
yang tidak terlepas dari proses mengajar. Proses pengajaran dan pembelajaran
dalam konteks pendidikan formal merupakan usaha sadar dan sengaja serta
terorganisir secara baik, guna untuk mencapai tujuan institusional yang diembah
oleh lembaga yang menjalankan misi pendidikan.
Proses pembelajaran adalah
seperangkat kegiatan belajar yang dilakukan siswa. Kegiatan belajar yang
dilaksanakan siswa bawah bimbingan guru. Guru bertugas merumuskan tujuan tujuan
yang hendak dicapai pada saat mengajar. Untuk mencapai tujuan pmbelajaran guru
dituntut untuk merancang sejumlah pengalaman belajar . yang dimaksud dengan
pengalaman belajar disini adalah segala yang diperoleh siswa sebagai hasil dan
belajar . pelajar ditandai dengan mengalami perubahan tingkah laku, karena
mengalami pengalaman baru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar