Kamis, 07 Juni 2018

DESAIN PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI IMFORMASI DAN KOMUNIKASI


DISUSUN OLEH :
KESMITA (Tp.161487)





A.Orientasi baru didunia pendidikan
Dengan munculnya era globalisasi di penghujung melenium kedua ini, telah membukak wawasan dan kesadaran masyarakat, dengan sejumlah harapan dan kecemasan, bangunan bagi masyarakat  menjadi salah satu pondasi teknologi dan informasi dalam rentang waktu yang sangat singkat, informasi merupakan jantung dalam dunia pendidikan dengan kata lain teknoligi dibagi oleh orang-orang yang berpendidikan yang berasal dari lembaga pendidikan di satu sisi lembaga pendidikan membutuhkan teknologi.
Salah satu tujuan unisco adalah memastikan bahwa semua negara baik yang suadah maju maupun berkembang,telah mempunyai akses kepada fasilitas pendidikan yang baik yang sangat penting untuk mempersiapkan SDM yang berkualitas yang diharapkan mampu bersaiang dengan bersanding serta kontributif terhadap bangsa dan negara.
Secara internal pendidikan yang bertumpuk pada sekolah merupakan persiapan dan perbedahan baik dari segi sarana dan prasarana, pendidikan dan tenaga kependidikan, roses pembelajaran pembiayaan dan menajemen,
-          Secara eksternal secara mutlak tidak dapat melupakan fungsi-fungsi mengajarinya sendiri,hal ini disebabkan karena keterbatasan-keterbatasan baik dari segi menajemen, fropesional pendidikan tingkat metodologi,
Lembaga pendidikan yang berkualitas merupakan dambaan setiap komponan setiapkomponan masyarakat baik komponan masyarakat sekolah yang terdiri dari peseta didik. Dikelola dan diberdayakan agar mampu mewujudkan pendidikan sebagai pendidikan yang berkualitas.
B. Karakteristik sekolah
Seperti yang kita ketahui bersama adanya kebijakan dalam menginteregrasikan informasi kedalam pendidikan merupakan suatu keterobosan dalam pendidikan diindonesia, walaupun tidak semudah membalikkan telapaktangan untuk mewujudkan sesama itu tetapi jika kita tidak pernah mencoba untukmelakukannya dan kita tidak tau kemampuan kita ini keharusn yang harus kita penuhi,




C. mengapa perlu desain pembelajaran
Desain pembelajaran merupakan fungsi sangat asosial karena pengelolaan dan evolusi pembelajaran pada hakikatnya tergantung pada desain pembelajaran yang telah dibuat pendidikan perancang setiap kegiatan pembelajaran harus dilakukan secara sistematis.
D. desain kurikulum dan pengembangan guru dan peserta didik dn berbasis teknologi informasi
            Perkembangan teknologi informasi menciptakan perubahan dalam pekerjaan, kopetensi-kopetensi yang dibutuhkan berubah, adapun kompetensi yang dibutuhkan sebagai berikut
1.      Pemikiran yang kritis
2.      Kopetensi yang generalis (luas)
3.      Kopetensi ICT yang merupakan seorang ahli
Keharusan tujuan pembelajaran
            Tujuan pembelajaran merupakan suatu keharusan dibuat oleh seorang guru dosen sebagai pedoman dalam perangkat kerja dari bidang studi pelajaran yang diajarkan oleh guru dosen kepada individu atau siswa/mahasiswa peserta didik merasa nyaman atau cocok.
Mamfaat tujuan pembelajaran
            Adapun mamfaat pembelajaran dapat membantu para guru dan dosen pendidik sebagai acuan metode mengajar yang tepat juga dapat membantu guru dalam merangcang evolusi yang sesuai dengan tujuan akan dianjurkan secara tepat untuk keberhasilan siswa/mahasiswa
Taksonomi tujuan pembelajaran
            Taksonomi disini diartikan sebagai salah satu metode klasifikasi tujuan intruksional secara berkejengjangan dan progresif ketingkat yang lebih tinggi. Disini tujuan introksional di klasifikasikan menjadi tiga kelompok atau kawasan dipecah lagi menjadi tiga yang lebih khusus  berdasarkan tungkat yang khusus itulah yang dikembang intruksional secara umum, proses, sehingga memudahkan dalam mengukur tingkat keberhasilan pertasi seseorang ini yang berarti setiap kawasan membahas berbagai pendidikan yang berbeda pula,
Teknik menulis tujuan pembelajaran macam tujuan pembelajaran
            Tujuan intruksional umum atau maksudnya adalah perilaku akhir yang dapat diharapkan dapat diperoleh dari hasil belajar latihan atau prosespendidikan lainya tujuan intruksional khusus adalah perilaku yang ingin dicapai oleh anak didik pada waktu proses belajar.


Format unutk menulis pembelajaran
            Tata bahasa merupakan unsur yang perlu diperhatikan dalam menulis tujuan sebeb dari unsur tersebut dapat dilihat konsep atau proses berpikir seseorang dalam menuangkan ide-idenya sehubungan dengan pembelajaran sebaik nya dinyatakan dengan jelas artinya, dapat diberi penjelasan tambahan apapun pembahasan
Desain materi pembelajaran
            Sebelum memasuki kelas guru harus merancang materi apayang ingin disampaikan dan sumber penunjang berdasarka kopetensi dan indikator belajar merancang meng organisasikan materi pelajar dimulai dari tingkat yang paling mudah sampai pada tingkat yang paling sulit menyusun materi bahan ajar berbagai rincian alat dalam penyusunan ‘kosakata’ yang harus dipelajari sesuai dengan fakta dan dapat bermamfaat bagi siswa/mahasiswa.
Tanggung jawab propesional, guru harus memiliki tangung jawab atas muatan/materi belajar yang disampaikan terhadap siswa secara propesional akan tetapi pelayanan terhadap siswa dalam berintegrasi, siswa juga merasa bertangung jawab menyelesaikan tugas yang diberikan guru dan mereka tidak merasa terbebani dengan tugas ang diberikan
Desain karakteristik peserta didik
Cara penyajian memang peranan yang sangat besar penyampaian materi siswa dilakukan denga matang dan seksama maka tentu hasilnya dapat maksimal,
Karakteristik peserta didik
Perilaku awal menentukan status pengetahuan dan keterampilan siswa jadi pembelajaran berlangsung dari perilaku siswa awal sampai keprilaku maksimal, usia kematngan siswa menentukan kesangupan menentukan kesanggupan untuk mengikutisebuah pembelajaran demikian hubungan kedekatan sedemikian siswa ituuntuk mempengarusi diri dan percaya diri untuk belajar lebih maksimal,
Perkembangan individu peserta didik
Perkembangan individu murid sangat penting dalam pendidikan, perkembangan itu ditujukan bagai mana perkembangan anak-anak remaja dan dewasa tumbuh dan berkembang fisik-fiisk dari pase ke pase itu sipat saling bergantungan atau saling mempengaruhi antara satu bangsa dengan bangsa lain.



Belajar fase fase perkembangan individu
Belajar merupakan aktifitas anak manusi yang sangat viral dibanding dengan mahluklain nya dengan demikian manusia membutuhkan kepandayan yang bersipat jasmani dan rohani dengan semua ini hanya dapat dicapai melalui semua ini belajar sangat penting bagi kehidupan manusia,
Perkembangan individu secara deduktif
1.      Masa sekolah
Pada masa ini individu mengunakan fungsi-fungsi biologis untuk menemukan berbagai hal, dalam hal dunianya.

2.      Masa usia jenjang pendidikan dasar
Masa ini disebut juga masa intelektual atau masa keserasian pada umur 6-7 tahun anak sudah diangap matang untuk memasuki sekolah.
Desain proses pembelajaran
            Proses belajarmerupakan kegiatan punda mental dalam proses pendidikan yang mana terjadinya proses belajar yang tidak terlepas dari mengajar,
Proses belajar dalah seperangkat kegiatan yang dilakukan siswa, kegiatan belajar dilaksanakan siswa dibawah bimbingan guru,
Konsep dan makna belajar
Belajar merupakan kegiatan yang terjadi pada semua orang tanpa mengenal batas waktu dan berlangsung hidup maka dari belajar memperoleh pengalaman baru mulai pengalaman siswa memperoleh pengertian, sikap, penghargaan, kebiasaan, kecakapan, kopetensi dan lain sebagainya,
Konsep dan makna mengajar
Mengajar adalah aktifitas seorang guru dalam rangka mentransperkan pengalaman belajar kepada siswa kegiatan mengajar biasanya diidentikkan dengan tugas guru dan dosen disekolah dan perguruan tinggi.
Teori-teori fisikologi tentang pembelajaran
1.      Teori belajar hevoterisme
Merupakan salah satu pendekatan memahami perilaku individu
2.      Teori belajar konstruktivisme
Merupakan teori perkembangan mental seseorang pelopor pisikologi kontrukvitisme

Penetapan standar proses pembelajaran
1.      Standar proses pembelajaran
2.      Standar pendidik dan tenaga kerja kependidikan
3.      Standar sarana dan prasarana
4.      Standar pengelolaan
5.      Standar biaya
6.      Standar penilayan pendidikan
Model pembelajaran
1.      Model pembelajaran kooperatif
Merupakan pembelajaran secara sadar dan sengaja mengembangkan interaksi yang saling asuh antar siswa untuk menghindari ketersinggugan dan kesalah pahaman yang dapat menimbulkan permasalahan
Metode-meode dalam pembelajaran
1.      Metode ceramah
2.      Metode tanya jawab
3.      Metode diskusi
4.      Meode kerja kelompok
5.      Metode tugas dan resipasi
Faktor –faktor dominan dalam peningkatan mutu proses pembelajaran
1.      Pendekatan mikro pendidikan
Merupakan suatu pendekatan terhadap pendidikan dengan indikator dilihat dari hubungan antara elemen peserta didik dan interaksi keduanya dalam usaha pendidikan.
Pendekatan makro pendidikan
            Merupakan suatu kajian denga elemen yang lebih luas trandarisasi perkembangan kurikulum pemerataan dan kemsaan serta keadilan standar mutu. Kemampuan bersaing
Desain interaksi pembelajaran
Interaksi pembelajaran adalah tidak terlepas dari persoalan komunikasi siswa dan guru terletak pada komunikasi yang komunikatif hubungan yang terjadi antara guru dan murid karna dalam menginteraksikan suatu yang dikenal salam istilah pesan


Ciri-ciri intiraksi pembelajarn interaksi belajar mengajar tujuan untuk membantu anak dalam suatu perkembangan tertentu, interaksi belajar mengajar ditandai dengan satu pengarapan materi yang khusus , ditandai dengan adanya aktifitas siswa,dalam interaksi dalam ngajar mengajar butuh kedisiplinan ada batas waktu.
Desain pesan pembelajaran
Seorang guru dalam mengemaskan pesan diharapkan membataskan dirinya dalam berkomunikasi terhadap siswa sesuai dengan tingkatan umurnya
Hakikat merancang pesan
a.       Pesan verbal
Kita bisa berkomunikasi dengan benar dengan cara manusiawi tanpa mengunankan kode perbal sistem simbol perbal dapat digunakan bahasa untuk berkomunikasi kata-kata bukan hanya menunjuk pada benda tetapi menunjuk pada isi suatu benda juga
b.      Pesan non verbal
Komunikasi non verbal adalah yang menyampaikan pesan secara legislatif yaitu non
verbal pokal dan non verbal- non pokal
Interaksi pesan perbal-non perbal
            Kontek dan pesan terjadi secara serentak semuanya tidak pernah terpisah secara aksolut tapi terinteraksi proses terjadinya interaksi pesan verbal non verbal bahwa mula-mula informasi disimpan didalam gudang indrawi, berperan sebagai tempat proses persatuan dari memori gudang indrawi yang menyebabkan kita melihat rangkayan gambar-gambar bergerak ketiak menonton filem,
Proses pembelajaran dan pengemasan pesan
            Dalam suatu pembelajaran adalah guru memberikan atau menyampaikan informasi pada siswa dalam bentuk pesan tertulis dan lisan dan guru membantu siswa untuk memahami materi yang di sajikan dan jika dalam menyerapkan materi terdapat masalah-masalah nyata dalam kehidupan siswa dalam hal ini guru sumber impormasi dan ilmu pengetahuan
Pendekatan dalam penyampayan pesan
a.       Pendekatan keras disebut juga sebagai istilah’’ rotan ‘’ guru yang berperan untuk mengontrol menghukum siswa serat mengawasi secara terus menerus
b.      Pendekatan lunak disebut juga dengan istilah’’ gula-gul’’ guru mengajar, memuji, mengajak, memujuk, dan mengasihi murid serta menjaga inisyatif murid.


Pendekatan pisikologi dalam berkomunikasi
            Proses komunikasi timbal balik disebut juga interaksi dalam arti kata saling mempengaruhi individu satu dengan individu yang lain
a.       Mempengaruhi sikap
b.      Menciptakan hubungan sosial
Desain kelas dan peserta didik
Pengaturan tanpat duduk duduk siswa dalam kelompok kecil merupakan pariabel yang berhubungan degan jumlah relasi yang terjadi dalam suatu kelompok belajar, menyangkut tempat duduk. Dengan demikian juga lingkungan belajar dalam ruang kelas dapat dirancang untuk menciptakan ruangan yang damai, nyaman, dan tidak menjanjikan, sehingga tujuan pembelajaran aktif dapat tercapai
Ukuran kelompok peserta didik dikelas
1.      Pelaksanaan pendidikan mana kala kelas yang terlalu besar biasanya menjadi kebutuhan umum para guru dan instruktur bahkan banyak yang percaya perbaikan mutu pembelajaran berlangsung dapat dicapai mengelompokan siswa lainnya didalam kelas yang bisa
2.      Teori pendidikan
Teori pendidikan mnyatakan besarnya suatu kelas atau pengelompokan belajar diharapkan dapat mempunyai beberapa dampak yang nyata dan maksimal
Ukuran kelas obtimal penemuan penelitian
  *         Kelas besar
-          Kelas kecil biasanya tidk lebih baik dari pada kelas besar apa bila tes pencapaian mengukur penerimaan informasi serta tradisional
-          Ukuran atau besarnya kelas yang optimal mencapai tujuan kopnitip tingkat rendah iyalah masalah selera
  *           Kelas kecil
-          Kelas kecil adalah obtimal bila digunakan pengukuran patokanyang menegahkan tujuan apektip dan koknetif tingkat tinggi
-          Guru dan siswa baik secara rasional atau irasional biasanya lebih menyukai



kelas kecil.
Rentang kontrol
            Jumah siswa yang ada didalam kelas manaka kita hubungkan denga rentangan kontor guru, maka akan membuat tambahan tugas guru secara ekstra dengan kata lain besarnya kelas  melibatkan tugas tugas tambahan yang akan dilaksanakan oleh seorang guru manejaer
Konsekuensi dan tambahan besarnya kelompok
1.      Makin besar tuntutan kepada guru guru disatu pihak,  sedangkan pihak lain makin kecil tuntutan siswa untuk mengunakan keterampilan
2.      Makin besar toleransi kelompok terhadap pengarahan dari guru pemimpin, dan makin menonjol dibandingkan dengan angota-anggota lain.
3.      Makin besar kecendrugan dari anggota yang lebih aktif mendominasi interaksi dalam kelompok.
Ukuran optimal tutorial
            Ukuran obtimal dari kelompok-kelompok tutorial, kecuali hasil karya cottrel, menyatakan hampir tidak ada penelitian yang berarti tentang evesensi pengajaran tutorial
Pengunaan tutorial satu lawan satu sewajarnya menghasilkan pengajaran yang kurang pormal karena siswa dituntut sebagaiyan besar bekerja sendiri.
Membentuk strategi komunikasi dalam kelompok
-          Komunikasi dengan krosa yang beruntung
Cara ini adalah paling umum dan paling jelas untuk memberikan suatu informasi
-          Strategi huristik
Jika kita ingin mencoba memperdekatkan rencana yang sisteatis dengan cara mereka
-          Strategi algoritma
Adalah suatu rencana yang sistematis,yang berbeda dengan huristik
Desain pengelolaan kelas
Pengelolaan kelas merupakan salah tingkah laku yang komplek dan guru atau dosen harus mampu menciptakan kondisi kelas yang demikian rupa sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan bermutu.


Pengertian pengelolaan kelas
Pengelolaan kelas adalah upaya yang dilakukan oleh guru untuk memberi kebebasan kepada siswa untuk melakukan berbagai aktifitas sesuai dengan yang mereka inginkan, dan fungsi guru bagai mana menciptakan kondisi siwa merasa aman untuk melakukan aktifitas dikelas.
Pengelolaan kelas adalah upaya mendayagunakan potensi kelas suatu uasaha yang dilaukan oleh penangung jawab kegiatan pembelajaran yang dimaksud untuk mencapai kondisi yang kondusip dan obtil sehingga dapat pemaksanakan pembelajaran yang diharapkan.
Penerapan asas didaktif dalam proses pembelajaran dikelas
a.       Asas keterlibatan belajar siswa  dikelas
Siswa yang aktif dalam pembelajaran memiliki keseriusan dan perhatian yang tinggi pada pencapayan tujuan pembelajaran
b.      Asas memberikan motifasi
Motifasi timbur dari kesadaran pribadi siswa itusendiri dan tugas seorang guru dituntut sebagai motivator untuk mendorong, mengerakkan supaya siswa melalukan atau tidak melakukan sesuatu untuk tujuan pembelajaran dikelas.
Dimensi pengelolaan kelas
1.      Dimensi pencegahan
2.      Dimensi tindakan
3.      Dimensi penyembuhan
Kondisi dan situasi belajar di kelas kondosi fisik
a.ruangan tempat berlansungnya proses belajar mengajar
b.pengaturan tempat duduk
c. vintilasi dan pengaturan cahaya
b. Pengaturan penyimpanan barang


komponen-komponen pengelolaan kelas
1.      Tindakan prefentip
Upaya munkin yang dilakukan oleh guru untuk mencegah terjadiny gangguan dalam pelajaran
2.      Tindakan represing
Kemampuan guru untuk mengatasi, mencari dan menemukn solusi yang tepat untuk mencegah yang terjadi dalam lingkungan pembelajaran
Desain strategi dan metode pembelajaran
            Para ahli pendidikan sepakat mengatakan strategi pembelajaran berkenaan dengan pendekatan pembelajaran dalam melaksanakan pembelajaran secara sistematik, sehingga muatan pelajaran dapat dikuasai oleh siswa secara tepat dan benar,
dengan demikian, strategi pembelajaran merupakan perpaduan dari urutan kegiatan, cara pengorganisasian materi pembelajaran dan siswa, dan peralatan dan bahan, serta waktu yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang ditentukan.
Desain media dan sumber pembelajaran
Proses seleksi media dipresentasikan dengan model desain intrusional. Waktu guru mengadakan pemilihan media ini berarti dia sedang melaksanakan pungsi desain. Pemilihan media sangat berhubungan dengan pemamfaatannya pilihan media ini termasuk salah satu desain intruksional. Waktu pemilihan media selalu berdasarkan isi atau karakteristik media yang mengunakan proses desain yang lebih sederhana.
            Pungsi pememfaatan media intuksional sangat penting karena ini mengambarkan interpasa antara siswa dan sistem intruksional
Desain tugas dan tagihan belajar
Yaitu catatan yang rinci mengenai komponen mengetahui, merespon dan melakukan dengan keterampilan dalam pembelajaran.
Desain tugas adalah perencanaan seorang guru dalam memberikan kegiatan atau tugas tugas belajar berupa pengalam berlangsung dikelas atau diluar kelas. istilah lain pemberian tugas tugas ini dikenal dengan tagihan belajar


Maka tagihan belajar adalah menjadi hal yang penting dan menentukan bagi capayan bagai mana pencapayan kopetensi peserta didik. Mungkin seorang guru memperbesar tagihan belajar, makin besarpula kemungkinan kopetenti akan dicapai. Dalam pembelajaran kompersional tagihan belajar ini, relatip kecil. Karena pembelajaran model konpersional, lebih banyak menekankan pada ranah koknitif saja.
 *Desain evaluasi pembelajaran
            Perlu anda ingat bahwa siswa harus diberitahu bahwa ia akan diuji perilaku yang sama sebanagai mana yang ditunjukan oleh sasaran.kita bekerja dalam sasaran memberikan petunjuk pada siswa untuk lebih menekuni kegiatan yang ditujukan kata kerja operasional tersebut ketika iya mempelajari isi bahan ajar itu, unsur pengetahuan yang dapat diuji dengan cara ini agak sempit, sering terbatas pada hapalan tentang fakta, depenisi, dan prinsip, atau mengidentifikasi pernyataan atau asas.soal ini dianggap banyaktidak membantu memjukan pola pikir siswa-siswa dan membuka kemungkinan siswa-siswa untuk menerka nerka sebenarnya soal ini lazim dipergunakan dalam dunia pendidikan tidak saja diindonesia atau tetapi dinegara negara maju, juga soal benar dan salah akan membantu siswa untuk berfikir secara mendalam dan melatih kecermatan yang timggi sehingga soal yangdiuji bebtul-betul salah atau benar.
 *Propesi dan kompetensi keguruan
            Propesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatiahan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus, suatu propesi biasanya memiliki asosiasi propesi, kode etik, serta proses sertipikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang propesi tersebut sementara kompetensi keguruan mengandung makna kewenagan (kekuasaan) untuk memutuskan sesuatu mengenai pengajaran pendidikan dan metode pengajaran pada dasarnya propesi guru adalah propesi yang sedang tumbuh. Walaupun ada yang berpendapat bahwa guru adalah jabatan semi propesional, namaun sebenarnya lebih dari itu. Hal ini dimungkinkan karena jabatan guru hanya dapat diperoleh pada lembaga pendidikan yang lulusannya menyiapkan tenaga guru, adanya organisasi propesi, kode etik dan ada aturan tentang jabatan propesional guru.







 *Menjadi guru yang profesional
            Tugas utama guruyaitu mengajar, mendidik, dan melatih.mendidik berarti mengembangkan dan meneruskan nilai-nilai hidup. Mengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, sementara melatih berarti mengembangkan keterampilan para pelajar. Guru adalah pendidik sebagai agen pembelajaran dengan memiliki peran sebagai fasilitator, motifator,pemacu, dan memberi inspirasi belajar bagi peserta didik, sesuai dengan perkembangan zaman dan teknologi dimensi pengetahuan semakin meluas. maka seorang guru yang profesional dituntut untuk mampu mengatasi perkembangan itu dengan meningkatkan profesinalitasnya. Kopetensi profesional kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam guru yang profesional alat berarti pembentukan sekolah ungul. Guru profesional memiliki pengalaman mengajar, kapasitas intelektual, moral, keimanan, ketakwaan, disiplin, bertanggung jawab, wawasan kependidikan yang luas, kemampuan manajerial, trampil, kreatif, memiliki keterbukaan profesional dalam memahami potensi,karakteristik dan masalah perkembangan peserta didik, mampu mengembangkan rencana dan karir peserta didik serta memiliki kemampuan meneliti dan mengembangkan kurikulum.
Desain penelitian tindakan kelas sebagai model pengembangan profesi pendidik
            Seorang guru profesional tidak hanya mampu dalam mendidik, mengajar, membimbing, tetapi juga mampu untuk mengembangkan penelitian tentang tindakan kelas tetapi juga mampu memecahkan masalah dan meningkatkan mutu pelajaran dan sebagainya,
dalam bidang pendidikan khususnya kegiatan pembelajaran, penelitian tindakan kelas berkembang sebagai sesuatu penelitian terapan halini sangat bermamfaat bagi guru untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran dikelas.
Desain pembelajaran berbasis teknologi dan informasi
            Perkembangan teknologi informasi telah mengarah kepada teknologi web yang ditandai diantaranya berkembangnya sistem berbasis jejaring sosial juga diwarnai teknologi yang memungkin kan belajarnya aplikasi web seperti aplikasi destop, perkembangan teknologi multi media baik audio dan video dan streami, dan lain’’. Sistem tersebut dibangun untuk menunjang penyelengaraan satuan pendidikan tingkat dasar dan menengah dengan menerapkan manajemen berbasis sekolah sesuai standar nasional pendidikan. Perkembangan ilmu dan teknologi merupakan salah satu hasil produktipitas dari manusia yang memiliki pengetahuan yang didapatkan dari pendidikan.



DAFTAR FUSTAKA
Arikunto, suharsimin. 1989. Dasar evaluasi pendidikan. Jakarta: PT BUMI Aksar.
Arif A mangkoesapoetro. (2004). Pemamfaatan media massa sumber pembelajaran IPS ditingkat persekolahan.
Bermawi munthe. 2009. Desain pembelajaran, yogyakarta:  pusatak insan madani.
Depdiknas. 2008. Sistem penilaian KTSP : panduan penyelengaraan pembelajaran remedia
Muktar dan iskandar, (2009) orientasi baru supervisi pendidikan jakarta : gaung persada press

Yamin, martinus. 2006. Strategi pembelajaran berbasis komputer jakarta:gaung persada press.