DISUSUN
OLEH :
KESMITA (Tp.161487)
A.Orientasi
baru didunia pendidikan
Dengan munculnya era globalisasi di penghujung melenium kedua ini,
telah membukak wawasan dan kesadaran masyarakat, dengan sejumlah harapan dan
kecemasan, bangunan bagi masyarakat
menjadi salah satu pondasi teknologi dan informasi dalam rentang waktu
yang sangat singkat, informasi merupakan jantung dalam dunia pendidikan dengan
kata lain teknoligi dibagi oleh orang-orang yang berpendidikan yang berasal
dari lembaga pendidikan di satu sisi lembaga pendidikan membutuhkan teknologi.
Salah satu tujuan unisco adalah memastikan bahwa semua negara baik
yang suadah maju maupun berkembang,telah mempunyai akses kepada fasilitas
pendidikan yang baik yang sangat penting untuk mempersiapkan SDM yang
berkualitas yang diharapkan mampu bersaiang dengan bersanding serta kontributif
terhadap bangsa dan negara.
Secara internal
pendidikan yang bertumpuk pada sekolah merupakan persiapan dan perbedahan baik
dari segi sarana dan prasarana, pendidikan dan tenaga kependidikan, roses
pembelajaran pembiayaan dan menajemen,
-
Secara
eksternal secara mutlak tidak dapat melupakan fungsi-fungsi mengajarinya
sendiri,hal ini disebabkan karena keterbatasan-keterbatasan baik dari segi
menajemen, fropesional pendidikan tingkat metodologi,
Lembaga pendidikan yang berkualitas merupakan dambaan setiap
komponan setiapkomponan masyarakat baik komponan masyarakat sekolah yang
terdiri dari peseta didik. Dikelola dan diberdayakan agar mampu mewujudkan
pendidikan sebagai pendidikan yang berkualitas.
B.
Karakteristik sekolah
Seperti yang kita ketahui bersama adanya kebijakan dalam
menginteregrasikan informasi kedalam pendidikan merupakan suatu keterobosan
dalam pendidikan diindonesia, walaupun tidak semudah membalikkan telapaktangan
untuk mewujudkan sesama itu tetapi jika kita tidak pernah mencoba untukmelakukannya
dan kita tidak tau kemampuan kita ini keharusn yang harus kita penuhi,
C.
mengapa perlu desain pembelajaran
Desain pembelajaran merupakan fungsi sangat asosial karena
pengelolaan dan evolusi pembelajaran pada hakikatnya tergantung pada desain
pembelajaran yang telah dibuat pendidikan perancang setiap kegiatan
pembelajaran harus dilakukan secara sistematis.
D.
desain kurikulum dan pengembangan guru dan peserta didik dn berbasis teknologi
informasi
Perkembangan teknologi informasi menciptakan
perubahan dalam pekerjaan, kopetensi-kopetensi yang dibutuhkan berubah, adapun
kompetensi yang dibutuhkan sebagai berikut
1.
Pemikiran
yang kritis
2.
Kopetensi
yang generalis (luas)
3.
Kopetensi
ICT yang merupakan seorang ahli
Keharusan
tujuan pembelajaran
Tujuan pembelajaran merupakan suatu
keharusan dibuat oleh seorang guru dosen sebagai pedoman dalam perangkat kerja
dari bidang studi pelajaran yang diajarkan oleh guru dosen kepada individu atau
siswa/mahasiswa peserta didik merasa nyaman atau cocok.
Mamfaat
tujuan pembelajaran
Adapun mamfaat pembelajaran dapat
membantu para guru dan dosen pendidik sebagai acuan metode mengajar yang tepat
juga dapat membantu guru dalam merangcang evolusi yang sesuai dengan tujuan
akan dianjurkan secara tepat untuk keberhasilan siswa/mahasiswa
Taksonomi
tujuan pembelajaran
Taksonomi disini diartikan sebagai
salah satu metode klasifikasi tujuan intruksional secara berkejengjangan dan
progresif ketingkat yang lebih tinggi. Disini tujuan introksional di
klasifikasikan menjadi tiga kelompok atau kawasan dipecah lagi menjadi tiga
yang lebih khusus berdasarkan tungkat
yang khusus itulah yang dikembang intruksional secara umum, proses, sehingga
memudahkan dalam mengukur tingkat keberhasilan pertasi seseorang ini yang
berarti setiap kawasan membahas berbagai pendidikan yang berbeda pula,
Teknik
menulis tujuan pembelajaran macam tujuan pembelajaran
Tujuan intruksional umum atau
maksudnya adalah perilaku akhir yang dapat diharapkan dapat diperoleh dari
hasil belajar latihan atau prosespendidikan lainya tujuan intruksional khusus
adalah perilaku yang ingin dicapai oleh anak didik pada waktu proses belajar.
Format
unutk menulis pembelajaran
Tata bahasa merupakan unsur yang
perlu diperhatikan dalam menulis tujuan sebeb dari unsur tersebut dapat dilihat
konsep atau proses berpikir seseorang dalam menuangkan ide-idenya sehubungan
dengan pembelajaran sebaik nya dinyatakan dengan jelas artinya, dapat diberi
penjelasan tambahan apapun pembahasan
Desain
materi pembelajaran
Sebelum memasuki kelas guru harus
merancang materi apayang ingin disampaikan dan sumber penunjang berdasarka
kopetensi dan indikator belajar merancang meng organisasikan materi pelajar
dimulai dari tingkat yang paling mudah sampai pada tingkat yang paling sulit menyusun
materi bahan ajar berbagai rincian alat dalam penyusunan ‘kosakata’ yang harus
dipelajari sesuai dengan fakta dan dapat bermamfaat bagi siswa/mahasiswa.
Tanggung
jawab propesional, guru harus memiliki tangung jawab atas muatan/materi belajar
yang disampaikan terhadap siswa secara propesional akan tetapi pelayanan
terhadap siswa dalam berintegrasi, siswa juga merasa bertangung jawab
menyelesaikan tugas yang diberikan guru dan mereka tidak merasa terbebani
dengan tugas ang diberikan
Desain
karakteristik peserta didik
Cara
penyajian memang peranan yang sangat besar penyampaian materi siswa dilakukan
denga matang dan seksama maka tentu hasilnya dapat maksimal,
Karakteristik
peserta didik
Perilaku
awal menentukan status pengetahuan dan keterampilan siswa jadi pembelajaran
berlangsung dari perilaku siswa awal sampai keprilaku maksimal, usia kematngan
siswa menentukan kesangupan menentukan kesanggupan untuk mengikutisebuah
pembelajaran demikian hubungan kedekatan sedemikian siswa ituuntuk mempengarusi
diri dan percaya diri untuk belajar lebih maksimal,
Perkembangan
individu peserta didik
Perkembangan
individu murid sangat penting dalam pendidikan, perkembangan itu ditujukan
bagai mana perkembangan anak-anak remaja dan dewasa tumbuh dan berkembang
fisik-fiisk dari pase ke pase itu sipat saling bergantungan atau saling
mempengaruhi antara satu bangsa dengan bangsa lain.
Belajar
fase fase perkembangan individu
Belajar
merupakan aktifitas anak manusi yang sangat viral dibanding dengan mahluklain
nya dengan demikian manusia membutuhkan kepandayan yang bersipat jasmani dan
rohani dengan semua ini hanya dapat dicapai melalui semua ini belajar sangat
penting bagi kehidupan manusia,
Perkembangan
individu secara deduktif
1.
Masa
sekolah
Pada masa ini individu mengunakan fungsi-fungsi biologis untuk
menemukan berbagai hal, dalam hal dunianya.
2.
Masa
usia jenjang pendidikan dasar
Masa ini disebut juga masa intelektual atau masa keserasian pada
umur 6-7 tahun anak sudah diangap matang untuk memasuki sekolah.
Desain
proses pembelajaran
Proses belajarmerupakan kegiatan
punda mental dalam proses pendidikan yang mana terjadinya proses belajar yang
tidak terlepas dari mengajar,
Proses
belajar dalah seperangkat kegiatan yang dilakukan siswa, kegiatan belajar
dilaksanakan siswa dibawah bimbingan guru,
Konsep
dan makna belajar
Belajar
merupakan kegiatan yang terjadi pada semua orang tanpa mengenal batas waktu dan
berlangsung hidup maka dari belajar memperoleh pengalaman baru mulai pengalaman
siswa memperoleh pengertian, sikap, penghargaan, kebiasaan, kecakapan,
kopetensi dan lain sebagainya,
Konsep
dan makna mengajar
Mengajar
adalah aktifitas seorang guru dalam rangka mentransperkan pengalaman belajar
kepada siswa kegiatan mengajar biasanya diidentikkan dengan tugas guru dan
dosen disekolah dan perguruan tinggi.
Teori-teori
fisikologi tentang pembelajaran
1.
Teori
belajar hevoterisme
Merupakan salah satu pendekatan memahami perilaku individu
2.
Teori
belajar konstruktivisme
Merupakan teori perkembangan mental seseorang pelopor pisikologi
kontrukvitisme
Penetapan
standar proses pembelajaran
1.
Standar
proses pembelajaran
2.
Standar
pendidik dan tenaga kerja kependidikan
3.
Standar
sarana dan prasarana
4.
Standar
pengelolaan
5.
Standar
biaya
6.
Standar
penilayan pendidikan
Model
pembelajaran
1.
Model
pembelajaran kooperatif
Merupakan pembelajaran secara sadar dan sengaja mengembangkan
interaksi yang saling asuh antar siswa untuk menghindari ketersinggugan dan
kesalah pahaman yang dapat menimbulkan permasalahan
Metode-meode
dalam pembelajaran
1.
Metode
ceramah
2.
Metode
tanya jawab
3.
Metode
diskusi
4.
Meode
kerja kelompok
5.
Metode
tugas dan resipasi
Faktor
–faktor dominan dalam peningkatan mutu proses pembelajaran
1.
Pendekatan
mikro pendidikan
Merupakan suatu pendekatan terhadap pendidikan dengan indikator
dilihat dari hubungan antara elemen peserta didik dan interaksi keduanya dalam
usaha pendidikan.
Pendekatan
makro pendidikan
Merupakan suatu kajian denga elemen
yang lebih luas trandarisasi perkembangan kurikulum pemerataan dan kemsaan
serta keadilan standar mutu. Kemampuan bersaing
Desain
interaksi pembelajaran
Interaksi
pembelajaran adalah tidak terlepas dari persoalan komunikasi siswa dan guru
terletak pada komunikasi yang komunikatif hubungan yang terjadi antara guru dan
murid karna dalam menginteraksikan suatu yang dikenal salam istilah pesan
Ciri-ciri
intiraksi pembelajarn interaksi belajar mengajar tujuan untuk membantu anak
dalam suatu perkembangan tertentu, interaksi belajar mengajar ditandai dengan
satu pengarapan materi yang khusus , ditandai dengan adanya aktifitas
siswa,dalam interaksi dalam ngajar mengajar butuh kedisiplinan ada batas waktu.
Desain
pesan pembelajaran
Seorang
guru dalam mengemaskan pesan diharapkan membataskan dirinya dalam berkomunikasi
terhadap siswa sesuai dengan tingkatan umurnya
Hakikat
merancang pesan
a.
Pesan
verbal
Kita bisa berkomunikasi dengan benar dengan cara manusiawi tanpa
mengunankan kode perbal sistem simbol perbal dapat digunakan bahasa untuk
berkomunikasi kata-kata bukan hanya menunjuk pada benda tetapi menunjuk pada
isi suatu benda juga
b.
Pesan
non verbal
Komunikasi non verbal adalah yang menyampaikan pesan secara
legislatif yaitu non
verbal pokal dan non verbal- non pokal
Interaksi
pesan perbal-non perbal
Kontek dan pesan terjadi secara
serentak semuanya tidak pernah terpisah secara aksolut tapi terinteraksi proses
terjadinya interaksi pesan verbal non verbal bahwa mula-mula informasi disimpan
didalam gudang indrawi, berperan sebagai tempat proses persatuan dari memori
gudang indrawi yang menyebabkan kita melihat rangkayan gambar-gambar bergerak
ketiak menonton filem,
Proses
pembelajaran dan pengemasan pesan
Dalam suatu pembelajaran adalah guru
memberikan atau menyampaikan informasi pada siswa dalam bentuk pesan tertulis
dan lisan dan guru membantu siswa untuk memahami materi yang di sajikan dan
jika dalam menyerapkan materi terdapat masalah-masalah nyata dalam kehidupan
siswa dalam hal ini guru sumber impormasi dan ilmu pengetahuan
Pendekatan
dalam penyampayan pesan
a.
Pendekatan
keras disebut juga sebagai istilah’’ rotan ‘’ guru yang berperan untuk
mengontrol menghukum siswa serat mengawasi secara terus menerus
b.
Pendekatan
lunak disebut juga dengan istilah’’ gula-gul’’ guru mengajar, memuji, mengajak,
memujuk, dan mengasihi murid serta menjaga inisyatif murid.
Pendekatan
pisikologi dalam berkomunikasi
Proses komunikasi timbal balik
disebut juga interaksi dalam arti kata saling mempengaruhi individu satu dengan
individu yang lain
a.
Mempengaruhi
sikap
b.
Menciptakan
hubungan sosial
Desain
kelas dan peserta didik
Pengaturan
tanpat duduk duduk siswa dalam kelompok kecil merupakan pariabel yang
berhubungan degan jumlah relasi yang terjadi dalam suatu kelompok belajar,
menyangkut tempat duduk. Dengan demikian juga lingkungan belajar dalam ruang
kelas dapat dirancang untuk menciptakan ruangan yang damai, nyaman, dan tidak
menjanjikan, sehingga tujuan pembelajaran aktif dapat tercapai
Ukuran
kelompok peserta didik dikelas
1.
Pelaksanaan
pendidikan mana kala kelas yang terlalu besar biasanya menjadi kebutuhan umum
para guru dan instruktur bahkan banyak yang percaya perbaikan mutu pembelajaran
berlangsung dapat dicapai mengelompokan siswa lainnya didalam kelas yang bisa
2.
Teori
pendidikan
Teori pendidikan mnyatakan besarnya suatu kelas atau pengelompokan
belajar diharapkan dapat mempunyai beberapa dampak yang nyata dan maksimal
Ukuran
kelas obtimal penemuan penelitian
* Kelas
besar
-
Kelas
kecil biasanya tidk lebih baik dari pada kelas besar apa bila tes pencapaian
mengukur penerimaan informasi serta tradisional
-
Ukuran
atau besarnya kelas yang optimal mencapai tujuan kopnitip tingkat rendah iyalah
masalah selera
* Kelas kecil
-
Kelas
kecil adalah obtimal bila digunakan pengukuran patokanyang menegahkan tujuan
apektip dan koknetif tingkat tinggi
-
Guru
dan siswa baik secara rasional atau irasional biasanya lebih menyukai
kelas
kecil.
Rentang
kontrol
Jumah siswa yang ada didalam kelas
manaka kita hubungkan denga rentangan kontor guru, maka akan membuat tambahan
tugas guru secara ekstra dengan kata lain besarnya kelas melibatkan tugas tugas tambahan yang akan
dilaksanakan oleh seorang guru manejaer
Konsekuensi
dan tambahan besarnya kelompok
1.
Makin
besar tuntutan kepada guru guru disatu pihak,
sedangkan pihak lain makin kecil tuntutan siswa untuk mengunakan
keterampilan
2.
Makin
besar toleransi kelompok terhadap pengarahan dari guru pemimpin, dan makin
menonjol dibandingkan dengan angota-anggota lain.
3.
Makin
besar kecendrugan dari anggota yang lebih aktif mendominasi interaksi dalam
kelompok.
Ukuran
optimal tutorial
Ukuran obtimal dari
kelompok-kelompok tutorial, kecuali hasil karya cottrel, menyatakan hampir
tidak ada penelitian yang berarti tentang evesensi pengajaran tutorial
Pengunaan
tutorial satu lawan satu sewajarnya menghasilkan pengajaran yang kurang pormal
karena siswa dituntut sebagaiyan besar bekerja sendiri.
Membentuk
strategi komunikasi dalam kelompok
-
Komunikasi
dengan krosa yang beruntung
Cara ini adalah
paling umum dan paling jelas untuk memberikan suatu informasi
-
Strategi
huristik
Jika kita ingin
mencoba memperdekatkan rencana yang sisteatis dengan cara mereka
-
Strategi
algoritma
Adalah suatu
rencana yang sistematis,yang berbeda dengan huristik
Desain
pengelolaan kelas
Pengelolaan
kelas merupakan salah tingkah laku yang komplek dan guru atau dosen harus mampu
menciptakan kondisi kelas yang demikian rupa sehingga proses pembelajaran dapat
berjalan dengan baik dan bermutu.
Pengertian
pengelolaan kelas
Pengelolaan
kelas adalah upaya yang dilakukan oleh guru untuk memberi kebebasan kepada
siswa untuk melakukan berbagai aktifitas sesuai dengan yang mereka inginkan,
dan fungsi guru bagai mana menciptakan kondisi siwa merasa aman untuk melakukan
aktifitas dikelas.
Pengelolaan
kelas adalah upaya mendayagunakan potensi kelas suatu uasaha yang dilaukan oleh
penangung jawab kegiatan pembelajaran yang dimaksud untuk mencapai kondisi yang
kondusip dan obtil sehingga dapat pemaksanakan pembelajaran yang diharapkan.
Penerapan
asas didaktif dalam proses pembelajaran dikelas
a.
Asas
keterlibatan belajar siswa dikelas
Siswa yang aktif dalam pembelajaran
memiliki keseriusan dan perhatian yang tinggi pada pencapayan tujuan
pembelajaran
b.
Asas
memberikan motifasi
Motifasi timbur
dari kesadaran pribadi siswa itusendiri dan tugas seorang guru dituntut sebagai
motivator untuk mendorong, mengerakkan supaya siswa melalukan atau tidak
melakukan sesuatu untuk tujuan pembelajaran dikelas.
Dimensi
pengelolaan kelas
1.
Dimensi
pencegahan
2.
Dimensi
tindakan
3.
Dimensi
penyembuhan
Kondisi
dan situasi belajar di kelas kondosi fisik
a.ruangan
tempat berlansungnya proses belajar mengajar
b.pengaturan
tempat duduk
c. vintilasi dan
pengaturan cahaya
b. Pengaturan
penyimpanan barang
komponen-komponen
pengelolaan kelas
1.
Tindakan
prefentip
Upaya munkin yang dilakukan oleh
guru untuk mencegah terjadiny gangguan dalam pelajaran
2.
Tindakan
represing
Kemampuan
guru untuk mengatasi, mencari dan menemukn solusi yang tepat untuk mencegah
yang terjadi dalam lingkungan pembelajaran
Desain
strategi dan metode pembelajaran
Para ahli pendidikan sepakat
mengatakan strategi pembelajaran berkenaan dengan pendekatan pembelajaran dalam
melaksanakan pembelajaran secara sistematik, sehingga muatan pelajaran dapat
dikuasai oleh siswa secara tepat dan benar,
dengan
demikian, strategi pembelajaran merupakan perpaduan dari urutan kegiatan, cara
pengorganisasian materi pembelajaran dan siswa, dan peralatan dan bahan, serta
waktu yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan
pembelajaran yang ditentukan.
Desain media
dan sumber pembelajaran
Proses seleksi
media dipresentasikan dengan model desain intrusional. Waktu guru mengadakan
pemilihan media ini berarti dia sedang melaksanakan pungsi desain. Pemilihan
media sangat berhubungan dengan pemamfaatannya pilihan media ini termasuk salah
satu desain intruksional. Waktu pemilihan media selalu berdasarkan isi atau
karakteristik media yang mengunakan proses desain yang lebih sederhana.
Pungsi pememfaatan media intuksional
sangat penting karena ini mengambarkan interpasa antara siswa dan sistem
intruksional
Desain
tugas dan tagihan belajar
Yaitu catatan yang
rinci mengenai komponen mengetahui, merespon dan melakukan dengan keterampilan
dalam pembelajaran.
Desain tugas
adalah perencanaan seorang guru dalam memberikan kegiatan atau tugas tugas
belajar berupa pengalam berlangsung dikelas atau diluar kelas. istilah lain
pemberian tugas tugas ini dikenal dengan tagihan belajar
Maka
tagihan belajar adalah menjadi hal yang penting dan menentukan bagi capayan
bagai mana pencapayan kopetensi peserta didik. Mungkin seorang guru memperbesar
tagihan belajar, makin besarpula kemungkinan kopetenti akan dicapai. Dalam
pembelajaran kompersional tagihan belajar ini, relatip kecil. Karena
pembelajaran model konpersional, lebih banyak menekankan pada ranah koknitif
saja.
*Desain evaluasi pembelajaran
Perlu anda ingat bahwa siswa harus
diberitahu bahwa ia akan diuji perilaku yang sama sebanagai mana yang
ditunjukan oleh sasaran.kita bekerja dalam sasaran memberikan petunjuk pada
siswa untuk lebih menekuni kegiatan yang ditujukan kata kerja operasional
tersebut ketika iya mempelajari isi bahan ajar itu, unsur pengetahuan yang
dapat diuji dengan cara ini agak sempit, sering terbatas pada hapalan tentang
fakta, depenisi, dan prinsip, atau mengidentifikasi pernyataan atau asas.soal
ini dianggap banyaktidak membantu memjukan pola pikir siswa-siswa dan membuka
kemungkinan siswa-siswa untuk menerka nerka sebenarnya soal ini lazim
dipergunakan dalam dunia pendidikan tidak saja diindonesia atau tetapi dinegara
negara maju, juga soal benar dan salah akan membantu siswa untuk berfikir
secara mendalam dan melatih kecermatan yang timggi sehingga soal yangdiuji
bebtul-betul salah atau benar.
*Propesi dan kompetensi keguruan
Propesi adalah pekerjaan yang
membutuhkan pelatiahan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus, suatu
propesi biasanya memiliki asosiasi propesi, kode etik, serta proses sertipikasi
dan lisensi yang khusus untuk bidang propesi tersebut sementara kompetensi
keguruan mengandung makna kewenagan (kekuasaan) untuk memutuskan sesuatu
mengenai pengajaran pendidikan dan metode pengajaran pada dasarnya propesi guru
adalah propesi yang sedang tumbuh. Walaupun ada yang berpendapat bahwa guru
adalah jabatan semi propesional, namaun sebenarnya lebih dari itu. Hal ini
dimungkinkan karena jabatan guru hanya dapat diperoleh pada lembaga pendidikan
yang lulusannya menyiapkan tenaga guru, adanya organisasi propesi, kode etik
dan ada aturan tentang jabatan propesional guru.
*Menjadi guru yang profesional
Tugas utama guruyaitu mengajar,
mendidik, dan melatih.mendidik berarti mengembangkan dan meneruskan nilai-nilai
hidup. Mengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan
teknologi, sementara melatih berarti mengembangkan keterampilan para pelajar.
Guru adalah pendidik sebagai agen pembelajaran dengan memiliki peran sebagai
fasilitator, motifator,pemacu, dan memberi inspirasi belajar bagi peserta
didik, sesuai dengan perkembangan zaman dan teknologi dimensi pengetahuan
semakin meluas. maka seorang guru yang profesional dituntut untuk mampu
mengatasi perkembangan itu dengan meningkatkan profesinalitasnya. Kopetensi
profesional kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam
guru yang profesional alat berarti pembentukan sekolah ungul. Guru profesional
memiliki pengalaman mengajar, kapasitas intelektual, moral, keimanan,
ketakwaan, disiplin, bertanggung jawab, wawasan kependidikan yang luas,
kemampuan manajerial, trampil, kreatif, memiliki keterbukaan profesional dalam
memahami potensi,karakteristik dan masalah perkembangan peserta didik, mampu
mengembangkan rencana dan karir peserta didik serta memiliki kemampuan meneliti
dan mengembangkan kurikulum.
Desain
penelitian tindakan kelas sebagai model pengembangan profesi pendidik
Seorang guru profesional tidak hanya
mampu dalam mendidik, mengajar, membimbing, tetapi juga mampu untuk
mengembangkan penelitian tentang tindakan kelas tetapi juga mampu memecahkan
masalah dan meningkatkan mutu pelajaran dan sebagainya,
dalam bidang pendidikan khususnya kegiatan pembelajaran, penelitian
tindakan kelas berkembang sebagai sesuatu penelitian terapan halini sangat
bermamfaat bagi guru untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran
dikelas.
Desain
pembelajaran berbasis teknologi dan informasi
Perkembangan teknologi informasi
telah mengarah kepada teknologi web yang ditandai diantaranya berkembangnya
sistem berbasis jejaring sosial juga diwarnai teknologi yang memungkin kan
belajarnya aplikasi web seperti aplikasi destop, perkembangan teknologi multi
media baik audio dan video dan streami, dan lain’’. Sistem tersebut dibangun
untuk menunjang penyelengaraan satuan pendidikan tingkat dasar dan menengah
dengan menerapkan manajemen berbasis sekolah sesuai standar nasional pendidikan.
Perkembangan ilmu dan teknologi merupakan salah satu hasil produktipitas dari
manusia yang memiliki pengetahuan yang didapatkan dari pendidikan.
DAFTAR FUSTAKA
Arikunto,
suharsimin. 1989. Dasar evaluasi pendidikan. Jakarta: PT BUMI Aksar.
Arif
A mangkoesapoetro. (2004). Pemamfaatan media massa sumber pembelajaran IPS
ditingkat persekolahan.
Bermawi
munthe. 2009. Desain pembelajaran, yogyakarta: pusatak insan madani.
Depdiknas.
2008. Sistem penilaian KTSP : panduan penyelengaraan pembelajaran
remedia
Muktar
dan iskandar, (2009) orientasi baru supervisi pendidikan jakarta : gaung
persada press
Yamin,
martinus. 2006. Strategi pembelajaran berbasis komputer jakarta:gaung
persada press.