Rabu, 11 Juli 2018


NAMA            : DIDING SUPARMANTO
LOKAL          : PAI IV B (SEMESTER IV)
JURUSAN    : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH  DAN KEGURUAN UNIVERSITAS AGAMA ISLAM  NEGERI SULTAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI TAHUN AJARAN 2017-2018


ORIENTASI BARU DUNIA PENDIDIK

Denganmenculnya era globalisasi di penghujungdunia millennium keduaini, telahmembukawawasandankesadaranmasyarakat,dengansejumlahharapandankecemasan. Harapan-harapaninimunculkerenaadaperbaikankualitashidupdankehidupan di satusisisebagaiakibatpenguasaanilmupengetahuandanteknologi (IPTEK) sertainformasidanteknologi (INFOTEK), dan di sisi lain munculjugakecemasan-kecemasan, halinidisebabkanolehadanyapembaharuan yang terlalucepatmenyebabkankondisimasyarakatsulituntukberadaptasi di dalamnya.
TeknologiInformasimerupakanjantungdalamduniapendidikan.TeknologiInformasi (internet) sudahmerasukkedalamkehidupankitasehari-harikhususnya di duniapendidikan.TeknologiInformasi (internet) yang mendobrakbatasruangdanwaktumenciptakanpeluangdanjugamasalah-masalahbarubagiduniapendidikankita.Dengan kata lainsatusisiteknologi di hasilkanoleh orang-orang yang berpendidikan yang berasaldarilembagapendidikan, disatusisilembagapendidikanmembutuhkanteknologi. Denganlajunyaperkembanganteknologiinformasidankomunikasi, ditambahdenganperkembanganduniamaya yang website/ situs di seluruhdunia.Banyakhal yang bisadilakukanuntukduniapendidikan.[1]
Salah satutujuanUniscoadalahmemastikanbahwasemua Negara, baik yang sudahmajumaupun yang sedangberkembang, telahmempunyaiakseskepadafasilitas-fasilitaspendidikan yang baik yang sangatpentinguntukmempersiapkan SDM yang berkualitas yang diharapkanmampubersaingdan bersanding sertakontributifterhadapbangsadan Negara.
HariiniparapesertadidikmulaidarisekolahDasar, SekolahMenengahPertama, SekolahMenengahAtasserta di perguruantinggisudah di perkenalkandenganduniaInformation Technology.Sebagaitenagapendidikdantenagakependidikanpadazamansekarangsudahsangatmengenalduniaini.Denganditarapkan model oembelajaranberbasis multimedia iniakanmembantusiswadanmahasiswa agar lebihmeleklagidenganduniaInformasiTeknologikarenaidaksemuapesertadidikkenalbetuldenganduniaini. Banyaknyaharapan yang belumterpenuhidantingkatkecemasan yang tinggi, menuntutadanyapembekalanbagilembagapendidikan, agar terjadiakselerasi kea rah pembelajaranmasyarakat.
Akselerasipembelajaranmasyarakattersebutmenuntutkesiapanseekolah, baiksecara internal maupunsecaraeksternal.
Secara internal, pendidikan yang bertumpupadasekolahmelakukanpersiapan-persiapandanpembenahan-pembenahan, baikdarisegisaranadanprasarana, pendidikdantenagakependidikan, proses pembelajaran, pembiayaan, danmenejemen. Tuntutan yang banyakini, tentusajatidakdapatdipenuhiseketika, Dengandemikian, diperlukanperencanaanbertahap, danperhatian yang sungguh-sungguhdarisemuakomponensekolah.
Secaraeksternal, pendidikan yang bertumpupadasekolahini, secaramutlaktidakdapatmelakukanfungsi-fungsimanajerilnyasendiri, halinidesebabkankarenaketerbatasan-keterbatasan, baikdarisegimenejemen, profesionalitaspendidik, tingkatpenguasaanmetodologis, pengajaran, sertapembiayaandan lain sebagainya.Karenaitu, pendidikan yang bertumpupadasekolahtersebutharusmampumelakukanterobosan-terobosandenganmembukadiriterhadapdunialuaruntukmemperkayadiridenganpeningkatanmenajemen, profesionalitaspendidik, pembiayaan, saranadanprasaranatersebut.[2]












DAFTAR PUSTAKA

Prof.Dr.Mukhtar,M.pd.-Dr.Iskandar,M.Pd.(DesainPembelajaranBerbasisTeknologiInformasidanKomunikasi) 2010



[1] Prof. Dr. Mukhtar-Dr.Iskandar,2010.DesainPembelajaranBerbasisTeknologiInformasidan Komunikasi,hlm.1-2.
[2] Prof. Dr. Mukhtar-Dr.Iskandar,2010. DesainPembelajaranBerbasisTeknologiInformasidanKomunikasi,hlm. 2.

Senin, 09 Juli 2018

RINGKASAN BUKU


Nama : Rahmad fikri
Nim    : tp 161560
Tugas terstuktur desain pembelajaran berbasis teknologi


 "DESAIN PEMBELAJARAN BERBASIS TIK"

I.PENDAHULUAN
Buku ini berjudul Desain Pembelajaran berbasis TIK, dikarang oleh Prof.Dr. Mukhtar, M.Pd dan Dr. Iskandar, M.Pd.  Diterbitkan di Jakarta tahun 2012 oleh penerbit Referensi.  Ketebalan buku ini  terdiri dari 342 halaman. 



II. RINGKASAN BUKU
A.    Bagian pertama (orientasi baru didunia pembelajaran)
Isi Bab I ini terdiri dari : Pendahuluan, karakteristik Sekolah, mengapa perlu desain pembelajaran, desain kurikulum dan pengembangan guru dan peserta didik berbasis teknologi informasi.
Dalam sub bab “Pendahuluan” diuraikan tentang  munculnya era globalisasi di penghujung millennium kedua ini, telah membuka wawasan dan kesadaran masyarakat, dengan sejumlah harapan sekaligus kecemasan. Harapan-harapan ini muncul karena ada perbaikan kualitas hidup dan kehidupan  disatu sisi sebagai akibat peguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) serta informasi dan teknologi (INFOTEK), dan disisi lain muncul juga kecemasan-kecemasan, hal ini disebabkan oleh adanya perubahan yang terlalu cepat menyebabkan kondisi masyarakat sulit untuk beradaptasi di dalamnya.
Bangunan bagi masyarakat menjadi salah satu pondasi teknologi dan informasi dalam rentang waktu yang sangat singkat telah menjadi salah satu pondasi bagi masyarakat modern, pemahaman dan penguasaan teknologi informasi merupakan jantung dalam dunia pendidikan.teknologi informasi (Internet) sudah merasuk ke dalam kehidupan kita sehari-hari khususnya dunia pendidikan.
Teknologi informasi internet yang  mendobrak batas ruang dan waktu menciptakan peluang dan juga masalah-masalah baru bagi dunia pendidikan kita. Dengan kata lain satu sisi teknologi di hasilkan oleh orang-orang yang pendidikan yang berasal dari lembaga pendidikan, disatu sisi lembaga pendidikan membutuhkan teknologi. Dengan  lajunya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini, ditambah dengan berkembangnya dunia maya yang website/situs diseluruh dunia.
Salah satu tujuan UNISCO adalah memastikan bahwa semua Negara, baik yang berkembang, telah mempunyai akses kepada fasilitas-fasilitas pendidikan yang baik yang sangat penting untuk mempersiapkan SDM yang berkualitas yang diharapkan mampu bersaing dan bersanding serta kontributif terhadap bangsa dan Negara.
Hari ini para peserta didik mulai dari SD,SMP, SMA, serta perguruan tinggi sudah diperkenalkan dengan dunia informationTechnologi . dengan diterapkan model pembelajaran berbasis multimedia akan membantu siswa dan mahasiswa agar lebih melek lagi dengan dunia informasi teknologi karena tidak semua peserta didik kenal betul dengan dunia ini. Banyaknya harapan yang belum terpenuhi, dan tingkat kecemasan yang tinggi menuntut adanya pembekalan bagi lembaga pendidikan, agar terjadi akselerasi ke arah pembelajaran masyarakat. Akselerasi pembelajaran masyarakat tersebut menuntut kesiapan sekolah, baik secara internal maupun secara eksternal.
Secara internal, pendidikan yang bertumpu pada sekolah melakukan persiapan-persiapan dan pembenahan-pembenahan, baik dari segi  sarana dan prasarana, pendidik dan tenaga kependidikan, proses pembelajaran, pembiayaan, dan manajemen. Secara eksternal pendidikan bertumpu di sekolah ini, secara mutlak tidak dapat melakukan fungsi-fungsi manajerialnya sendiri, hal ini disebabkan karena keterbatasan baik dari segi manajemen, profesionalitas pendidik, tingkat penguasaan metodologis pengajaran, serta pembiayaan.
Lembaga pendidik yang berkualitas merupakan dambaan setiap komponen masyarakat, baik komponen masyarakat sekolah yang   terdiri dari peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan , maupun masyarakat dalam arti luas yaitu orang tua atau masyarakat lain dari pengguna pendidikan atau simpatisan yang menaruh perhatian  terhadap kuantitas dan kualitas output sekolah, yang pada akhirnyaakan menggunakan jasa pendidikan yang berkualitas tersebut.
Salah satu kendala untuk mewujudkan sekolah yang menghasilkan produk yang optimal yaitu pihak sekolah hanya mendekati dari satu sisi misalnya, dari sisi peningkatan kualitas penndidik dan tenaga kependidikan; sisi sarana dan prasarana pendidikan; sisi proses pembelajarannya; atau hanya melihatnya dari sisi peserta didik; bahkan tidak menutup kemungkinan dari hasil prosesnya saja, misalnya dalam bentuk hasil ujian.
Pada Sub Bab karakteristik sekolah, diuraikan Adanya kebijakan dalam rangka mengintegrasikan informasi kedalam pendidikan merupakan suatu terobosan yang diharapkan mampu meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Sejauh ini pengembangan teknologi Informasi terkonsentrasi di sekolah kota sedangkan sekolah di pusat desa dan di ujung desa sebatas retorika. Walaupun komitmen pemerintah menyatakan melakukan kebijakan internet masuk desa. Sehingga terjadi kesenjangan pendidikan sekolah pusat kota dan sekolah pusat desa serta sekolah di ujung desa. Banyak faktor yang menyebabkan terjadi kesenjangan ini, salah satunya adalah infrastruktur sekolah belum memenuhi standar, fasilitas perangkat keras dan perangkat lunak teknologi informasi belum merata (computer, jaringan internet, disamping itu distribusi guru yang belum merata). Kondisi ini diperparah dengan tidak sesuainya kualifikasi guru yang mengajar suatu mata pelajaran, serta guru lamban dalam memahami dam menguasai informasi teknologi yang disinergikan di dalam proses pembelajaran dalam mengintegrasikan Teknologi & Komunikasi ke dalam pendidikan, kita mampu memperkecil kesenjangan pendidikan, kita mampu memperkecil kesenjangan antara pusat kota dan ujung desa.
Pertukaran informasi menjadi semakin cepat dan instan, namun lembaga pendidikan yang masih menggunakan sistem tradisional dalam proses pembelajaran di jenjang sekolah dan perguruan tinggi yang kita anggap memberikan informasi dengan sangat lambat dan tidak seiring dengan perkembangan teknologi informasi.
Pada sub bab Mengapa perlu desain pembelajaran
            Desain pembelajaran merupakan fungsi yang sangat esensial karena pengelolan dan evaluasi pembelajaran pada hakikatnya tergantung pada desain pembelajaran yang telah dibuat oleh pendidik. Perancangan setiap kegiatan pembelajaran harus dilakukan secara sistematik.
            Upaya pengembangan desain pembelajaran ini amat penting untuk dilakukan oleh seseorang pendidik. Esensi dari desain pembelajaran adalah merancang seperangkat tindakan yang bertujuan untuk mengubah situasi yang diinginkan. Demikian pula pengembangan bahan pembelajaran dan evaluasi, baik proses maupun hasilnya. Berdasarkan UU 14 Tahun 2005 menyatakan bahwa guru adalah pendidik yang professional, profesi adalah pekerjaan profesi sebagai pendidik harus memiliki keterampilan desain pembelajaaran, selain dia harus memfasilitasi dirinya dengan seperangkat pengalaman, keterampilan  dan pengetahuan tentang keguruan sesuai keilmuan yang ditekuninya.  
            Banyak guru dalam mengajar, masih terkesan gugur kewajiban. Guru semacam ini, relative tidak memerlukan suatu desain yang baik, strategis, kiat dan berbagai metode tertentu dalam mengajar. Baginya, bagaimana sebuah peristiwa embelajaran dapat berlangsung. Mereka tidak peduli dengan latar belakang siswa dan karakteristiknya, mereka merasa tidak perlu membuat perencanaan mengajar, perencanaan dan pengembangan tujuan, kompetensi dan indicator, perencanaan pesan, mereka mengabaikan penggunaan media dalam pembelajaran, mereka mengabaikan di dalam pembelajran selain ada evaluasi sumatif dan formatif juga harud dilakukan evaluasi komperehensif dan alternatif yang lebih berdasarkan pada fortopolio dan diutamakan penilaian kinerja peserta didik berbasis kelas, dan mereka juga mengabaikan belajar tuntas, dan yang tidak kalah penting yang mereka abaikan adalah aspek-aspek akademis, psikologis, sosiologis, dan budaya dalam pembelajaran.  buku ini memuat tuntunan praktis dan teknis bagi calon guru, mahasiswa dan praktisi pendidikan lainnya, yang memiliki kepedulian dan ingin menjadi menjadi guru professional dan kompetensial.
Pada sub bab desain kurikulum dan pengembangan guru peserta didik berbasis teknologi informasi  menguraikan perkembangan teknologi informasi menciptakan perubahan-perubahan dalam pekerjaan, kompetensi yang dibutuh pun berubah. Pengggunaan teknologi informasi dan komunikasi di sekolah merupakan satu keharusan yang harus dilakukan oleh para pendidik dan peserta didik dalam proses pembelajaran, proses pembelajaran sekolah hari ini tertantang dengan hadirnya teknologi informasi (internet).

B.     Bagian kedua (desain tujuan pembelaran kompetensi pembelajaran)
Pada bab II berisi tentang desain tujuan pembelajaran, bab ini terdiri dari sub bab pendahuluan tujuan pendidikan dan pengajaran diartikan sebagai suatu bentuk usaha untuk memberikan rumusan hasil yang diharapkan dari siswa/mahasiswa sebagai subjek belajar, sehingga member kearah mana proses belajar mengajar itu di bawa dan dilaksanakan.
Proses pembelajaran penyelenggaraan pendidikan secara formal dan non formal di Indonesia sudah berlangsung lama, namun sistem penyelenggaraan dan hasil belum sesuai yang kita harapkan salah satunya fakta konkritnya yaitu masih terlalu sedikit para pendidik di sekolah dan perguruan tinggi yang menerapkan rumusan tujuan instruksional secara benar dan jelas.
Pada sub bab ini diuraikan keharusan tujuan pembelajaran karena merupakan suatu keharusan bagi dosen, guru (pendidik) dalam rangka merumuskan atau merancang bahan pelajaran yang akan diajarkan kepada siswa.  
Pada sub bab manfaat tujuan pembelajaran. tujuan instruksional lahir dangan diawali oleh usaha B.F.Skinner pada tahun 1950 yang menerapkan ilmu behavioris kemudian dari teori skinner Robert mager menyusun buku dangan judul instruksional objective (1962) yang pada tahun 1970 an telah diterapkan secara meluas di seluruh dunia termasuk Indonesia. Teori ini diterapkan pada saat pengajar merumuskan atau merancang satuan pelajaran dan bahan pelajaran.
Pada sub bab taksnomi tujuan pembelajaran. tujuan instruksional dituangkan dalam tiga kawasan intruksional yaitu kawasan kognitf, afektif, dan psikomotorik. Menurut benyamin S. Bloom dan D. Kratwool taksonomi diartika sebagai salah satu metode klasifikasi tujuan instruksional secara berjenjang dan progresif ke tingkat yang lebih tinggi.
            pada sub bab teknik menulis tujuan pembelajaran diuraikan  secara umum tujuan instruksional di bagi dua yakni 1) tujuan pembelajaran umum (TPU) yang biasa disebut juga maksud, atau tujuan akhir. 2) tujuan pembelajaran khusus (TPK) disebut tujuan saja.
            Pada sub bab format untuk menulis tujuan pembelajaran diuraikan tata bahasa merupakan unsur yang perlu diperhatikan dalam menulis tujuan. Sebab dari unsur tersebut dapat dilihat konsep atau proses berpikir seseorang dalam menuangkan ide-idenya. Menurut mager tujuan pembelajaran sebaiknya dinyatakan dengan jelas, artinya tanpa diberi penjelasan tambahan apapun, pembaca (guru,siswa atau sasaran didik lainnya sudah dapat menangkap maksudnya.

C.    Bagian ketiga (desain materi pembelajaran)
 Pada bab III ini diuraikan tentang merancang dan mengorganisasi materi pelajaran. Materi atau bahan pelajaran yang kita rancang, mesti telah terseleksi dan terorganisir disesuaikan tingkat kemampuan siswa yang akan belajar, apakah muatan itu pada ranah pengetahuan tingkat rendah, menengah  dan tinggi demikian juga ranah pemahaman dan ranah keterampilan.
Pada sub bab menyusun materi bahan ajar diuraikan tingkat belajar yang paling  rendah menurut Gagne adalah informasi verbal, karena tingkat ini menuntut hafalan, mengingat kembali atau kemampuan menentukan berbagai fakta khusus.
Pada sub bab tanggungjawab professional menguraikan guru harus memiliki tanggungjawab atas muatan/materi pelajaran yang di sampaikan terhadap siswa secara professional, tanggungjawab tersebut secara penuh atau akuntabilitinya. Menetapkan tujuan instruksional khusus. Tidak hanya itu pelayanan terhadap siswa dalam berinteraksi, memberi kesempatan siswa untuk bertanya lebih banyak, waktu lebih banyak dikuasai oleh siswa dan siswalah sebagai sebagai titik pusat belajar.   

D.    Bagian ke empat (desain karakteristik peserta didik)
Pada bab IV berisi tentang “Desain karakteristik peserta didik, ini terdiri dari  sub-sub bab yaitu karakteristik peserta didik diantaranya 1) entering behavior (perilaku awal) yaitu perilaku yang diperilaku terminal tertentu yang baru. 2) latar belakang akademis dan sosial. Faktor-faktor akademis, sosial dan psikologis.
Sub bab perkembangan individu peserta didik pengetahuan tentang perkembangan individu murid, siswa, dan mahasiswa (peserta didik) dalam proses pembelajaran sanga penting bagi guru, dosen (pendidik), orang tua, stakeheldor dalam dunia pendidikan formal maupun non formal.
Pada sub bab Belajar dan fase-fase prkembangan individu diuraikan fase-fase perkembangkan pada manusia sejak dari masa kanak-kanak sampai tua, dikemukan oleh Havinghurst yang dikutip oleh Made pidarta, 1997 sbb: fase perkembangan masa kanak-kanak, masa anak, masa remaja, masa dewasa awal, masa setengah baya, masa tua.
Pada sub bab perkembangan individu secara didaktis diuraikan masa usia pra sekolah, masa usia jenjang pendidikan dasar, masa usia jenjang pendidikan menengah (masa remaja), masa usia jenjang pendidikan tinggi (umur 18 hingga umur 25 tahun).
E.      Bagian ke lima (desain proses pembelajaran)
Pada Bab ini desain proses pembelajaran.  Pada bab ini diuraikan proses pembelajaran merupakan kegiatan fundamental dalam proses pendidikan yang  mana terjadinya proses belajar yang tidak terlepas dari proses mengajar.
Pada sub bab konsep dan makna belajar. Belajar di defenisikan sebagai suatu proses yang mana suatu kegiatan berasal atau berubah lewat reaksi dari suatu situasi yang di hadapi, dengan keadaan bahwa karakteristik- karakteristik dari perubahan sementara dari organisme. Makna dari proses belajar ditandai dengan perubahan tingkah laku, karena memperoleh pengalaman baru. Pada sub bab teori-teori tentang pembelajaran dikemukakan aliran psikologi yang sangat mempengaruhi pembelajaran yaitu 1) teori belajar behaviorisme yang memandang individu dari sisi jasmaniah tanpa melihat aspek mental.  Yang lebih menekankan pada tingkah laku manusia. 2) teori belajar humanistic yang dipelopori oleh abrham maslow yang melihat pada sisi perkembangan kepribadian manusia daripada berfokus pada ketidaknormalan atau sakit seperti yang dilihat oleh teori psikoanalisis freud. 3) teori belajar konstruktivisme merupakan teori perkembangan menurut piaget yang salah satu teorinya memahami perkembangan kognitif. Piaget mengatakan bahwa perkembangan kognitif individu meliputi empat tahap yaitu: (1) sensory motor, (2) pre operational, (3) concrete operational, (4) formal operational.
Pada sub bab penetapan standar proses pembelajaran diuraikan yaitu perencanan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil belajar dan pengawasan proses pembelajaran, untuk terwujudnya proses proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Pada sub bab model-model pembelajaran diuraikan 1) model pembelajaran kooperatif yang merupakan pembelajaran yang secara sadar dan sengaja mengembangkan interaksi saling asuh antar siswa untuk menghindari ketersinggungan dan kesalahpahaman yang dapat menimbulkan permusuhan. 2) model pembelajaran remedial merupakan layanan pendidikan yang diberikan pesera didik untuk memperbaiki prestasi belajarnya sehingga mencapai kriteria ketuntasan yang ditetapkan.
Pada sub bab metode-metodedalam pembelajaran diuraikan beberapa metode yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran yaitu (1) metode ceramah, (2) metode Tanya jawab,  (3) metode diskusi, (4) metode tugas dan resitasi, (5) metode kerja kelompok, (6) metode demonstrasi dan eksperimen (7) metode sosiodrama dan eksperimen (8)metode problem solving (9)metode susun regu (10) metode latihan (drill), (11) metode karyawisata.
Pada sub bab faktor-faktor dominan dalam peningkatan mutu proses pembelajaran di sekolah seperti yang disarankan oleh Sudarwan Danim yaitu dengann melibatkan lima faktor yang dominan seperti kepemimpinan kepala sekolah, siswa, guru, kurikulum, dan jaringan kerjasama. Pada sub bab strategi peningkatan mutu proses pembelajaran diuaraikan untuk meningkatakan mutu pendidikan pembelajaran harus di awali dengan strategi peningkatan pemerataan pendidikan, dimana unsur makro dan mikro pendiikan ikut terlibat untuk menciptakan (equality dan equity).

E.Bagian ke enam (desain interaksi pembelajaran)
Pada Bab VI ini, berisi tentang  proses interaksi sehingga menurut (Surakmad, 1986) menggolongkan interaksi kepada tiga hal yakni pengalaman riil yaitu segenap media di dalam kehidupan sehari-hari, pengalaman buatan yaitu segenap media yang sengaja diciptakan untuk mendekatkan pengertian pada pengalaman riil. Pengalaman verbal yaitu dimana bahasa adalah alat utama, baik lisan maupun tertulis.
Pada sub bab memahami ciri-ciri interaksi pembelajaran diuraikan komponen pendukung interaksi edukatif yaitu tujuan yang ingin dicapai, ada bahan/pesan yang menjadi isi interaksi, ada siswa yang aktif, ada guru yang berperan, ada metode yang relevan, ada situasi yang mendukung dalam proses pembelajaran, ada penilaian terhadap hasil interksi.

F.     Bagian ke tujuh (desain pesan pembelajaran)
Pada bab VII ini diuraikan tentang desain pesan pembelajaran. pada sub bab hakikat merancang pesan diuaraikan rancangan pesan melibatkan perencanaan untuk manipulasi bentuk fisik pesan. Hal ini mencakup prinsip-prinsip perhatian, persepsi, ingatan yang menunjukkan spesifikasi pada bentuk pesan yang membantu pengirim dan penerima.
Pada sub bab jenis-jenis pesan diuaraikan pesan verbal, pesan non verbal. Pada sub bab interaksi pesan verbal dan non verbal diuraikan dalam suatu komunikasi berbagai saluran, konteks dan pesan terjadi secara serentak. Semuanya tidak pernah terpisah secara absolut, tapi terinteraksi. Maka pesan verbal, konteks, ekspresi muka dan suara, satu sama lain saling mempengaruhi dan memberikan peran yang semuanya amat sangat menetukan bagi interpretasi serta responnya.  
Pada sub bab proses pembelajran dan pengemasan pesan diuraikan di dalam suatu pembelajran guru memberikan atau menyampaikan informasi kepada siswa dalam bentuk pesan tertulis dan lisan. Pada sub bab pendekatan dalam penyampaian pesan dijelaskan pendekatan yang diambil guru mengajar sebagian besar bersifat taktis. Pendekatan yang berkisar pada pemilihan alternatif- alternatif. Pada sub bab pendekatan psikologi dalam berkomunikasi diuraikan proses komunikasi timbal balik disebutkan juga interaksi dalam arti saling mempengaruhi individu yang satu dengan individu lainnya. 


G.    Bagian ke delapan ( desain kelas dan peserta didik)
Pada bab ini diuraikan desain kelas dan peserta didik pada sub bab ukuran kelompok peserta didik di kelas dijelasakan berdasarkan pada pelaksanaan pendidikan teori pendidikan. Pada sub bab ukuran kelas optimal dibagi menjadi kelas besar dan kelas kecil.
Pada sub bab rentang control jumlah kelas yang besar sangat mempengaruhi eektifitas pembelajaran dan berpengaruh pula dalam komunikasi pembelajaran.  pada sub bab konsekuensi dan bertambah besarnya kelompok pada umumnya penelitian membuktikan bahwa besanya kelompok mempunyai beberapa akibat.

H.    Bagian ke sembilan (desain pengelolaan kelas)
Pada bab ini diuraikan bagaimana desain pengelolaan kelas.  Pada sub bab pengertian pengelolaan kelas merupakan kegiatan yang terencana dan sengaja dilakukan oleh guru dosen dengan tujuan menciptakan dan mempertahankan kondisi optimal. Pada sub bab penerapan asas-asas didaktik dalam proses pembelajaran di kelas meliputi asas keterlibatn belajar siswa secara aktif di kelas, asas memberikan motivasi.
Pada sub bab dimensi pengelolaan kelas dibagi menjadi dimensi pencegahan, dimensi tindakan, dan dimensi penyembuhan. Pada sub bab kondisi dan situasi belajar di kelas diuaraikan berdasarkan kondisi fisik.   Pada sub bab komponen pengelolaan kelas meliputi tindakan preventif dan tindakan refresif.

I.       Bagian ke sepuluh ( desain strategi dan meode pembelajaran )
Pada bab ini diuraikan desain strategi dan metode pembelajaran. pada pemilihan strategi pembelajaran kita mengajukan dua pertanyaan yaitu seberapa jauh strategi yang  di susun itu di dukung dengan teori-teori psikologi dan teori pembelajaran? kedua, seberapa jauh strategi ini disusun secara tepat dalam membuat siswa mencapai tujuan pembelajaran yang telah detetapkan sebelumnya. Pada sub bab komponen belajar dibagi menjadi komponen utama pertama yaitu urutan kegiatan pembelajaran urutan kedua sub komponen penyajian, ketiga sub komponen penutup.

J.      Bagian ke sebelas ( desain media intruksional )
Pada bab ini diuraikan desain media dan sumber pembelajaran diuraikan berdasarkan pemanfaatn media, difusi inovasi, implementasi dan instusionalisasi, kebijakan dan peraturan-peraturan. Pada sub bab klasifikasi penggolongan media pembelajaran digolongkan berdasarkan media audio (media dengar). Pada sub bab sumber pembelajaran dibagi dua yakni sumber pembelajran yang sengaja direncanakan dan sumber pembelajaran yang karena dimanfaatkan.
            Pada sub bab desain pengembangan sumber belajar mencakup apa saja yang digunakan untuk membantu tiap orang untuk belajar dan menampilkan kompetensinya. Sumber belajar meliputi pesan, orang, bahan, alat, teknik dan latar. Pada sub bab pemberdayaaan sumber belajar Sumber belajar meliputi pesan, orang, bahan, alat, teknik dan latar. Pada sub bab ruang kelas sebagai sumber belajar dapat dilakukan brbagai aktivitas pendidikan dan pengajaran dengan berbagaai pendekatan mengajar.  

K.    Bagian ke duabelas ( desain tugas dan tagihan belajar )
Pada bab ini diuraikan desain tugas dan tagihan belajar diuraikan berdasrkan jenis tagihan belajar dan tugas, sumber informasi, dan merinci tugas.

L.     Bagian ke tigabelas (desain evaluasi pembelajaran )
Pada bab desain pembelajaran. pada sub bab jenis-jenis pola menilai hasil belajar di bagi  menjadi ujian tertulis, ujian objektif. Pada sub bab merancang alat ukur setiap alat ukur memiliki keunggulan dan kekurangan.

M.   Bagian ke empatbelas (profesi dan kompetensi keguruan )
Pada bab ini diuraikan pada sub bab profesi dan kompetensi guru dibagi menjadi konsepsi dan cirri-ciri profesi, guru sebagai profesi, mengapa guru harus professional, kompetensi guru.

N.    Bagian ke limabelas ( menjadi guru yang profesional )
Pada bab ini diuraikan menjad guru profesionalfiuraikan berdasrkan paradigma profesionalitas guru, guru sebagai profesi, mengapa guru harus professional dalam mendesain pembelajaran, profesionalisme guru, etika profesi keguruan.
O.    Bagian ke enambelas ( desain penelitian tindakan kelas sebagai model pengembangan profesi pendidik )
Pada bab ini diuraikan desain penelitian tindakan kelas sebagai model pengembangan peserta didik. Diuraikan mengapa perlu penelitian tindakan kelas (PTK) dalam pembelajaran, urgensi penelitian tindakan kelas bagi guru dan dosen, keharusan guru dan dosen meneliti, langkah-langkah penelitian tindakan kelas,kajian teori, perumusan hipotesis tindakan, pembuatan rencana dan prosedur tindakan.

P.     Bagian ke tujuhbelas ( desain pembelajaran berbasis teknologi informasi )
Pada bab ini desain pembelajaran berbasis teknologi informasi diuraikan berdasarkan pembelajaran berbasis internet, metode pembelajaran berbasis internet, media pembelajaran berbasis komputer, kompetensi profesi guru berbasis ICT dan pendidikan dan penyiapan SDM berbasis IT.
                                                                           










Kamis, 07 Juni 2018

DESAIN PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI IMFORMASI DAN KOMUNIKASI


DISUSUN OLEH :
KESMITA (Tp.161487)





A.Orientasi baru didunia pendidikan
Dengan munculnya era globalisasi di penghujung melenium kedua ini, telah membukak wawasan dan kesadaran masyarakat, dengan sejumlah harapan dan kecemasan, bangunan bagi masyarakat  menjadi salah satu pondasi teknologi dan informasi dalam rentang waktu yang sangat singkat, informasi merupakan jantung dalam dunia pendidikan dengan kata lain teknoligi dibagi oleh orang-orang yang berpendidikan yang berasal dari lembaga pendidikan di satu sisi lembaga pendidikan membutuhkan teknologi.
Salah satu tujuan unisco adalah memastikan bahwa semua negara baik yang suadah maju maupun berkembang,telah mempunyai akses kepada fasilitas pendidikan yang baik yang sangat penting untuk mempersiapkan SDM yang berkualitas yang diharapkan mampu bersaiang dengan bersanding serta kontributif terhadap bangsa dan negara.
Secara internal pendidikan yang bertumpuk pada sekolah merupakan persiapan dan perbedahan baik dari segi sarana dan prasarana, pendidikan dan tenaga kependidikan, roses pembelajaran pembiayaan dan menajemen,
-          Secara eksternal secara mutlak tidak dapat melupakan fungsi-fungsi mengajarinya sendiri,hal ini disebabkan karena keterbatasan-keterbatasan baik dari segi menajemen, fropesional pendidikan tingkat metodologi,
Lembaga pendidikan yang berkualitas merupakan dambaan setiap komponan setiapkomponan masyarakat baik komponan masyarakat sekolah yang terdiri dari peseta didik. Dikelola dan diberdayakan agar mampu mewujudkan pendidikan sebagai pendidikan yang berkualitas.
B. Karakteristik sekolah
Seperti yang kita ketahui bersama adanya kebijakan dalam menginteregrasikan informasi kedalam pendidikan merupakan suatu keterobosan dalam pendidikan diindonesia, walaupun tidak semudah membalikkan telapaktangan untuk mewujudkan sesama itu tetapi jika kita tidak pernah mencoba untukmelakukannya dan kita tidak tau kemampuan kita ini keharusn yang harus kita penuhi,




C. mengapa perlu desain pembelajaran
Desain pembelajaran merupakan fungsi sangat asosial karena pengelolaan dan evolusi pembelajaran pada hakikatnya tergantung pada desain pembelajaran yang telah dibuat pendidikan perancang setiap kegiatan pembelajaran harus dilakukan secara sistematis.
D. desain kurikulum dan pengembangan guru dan peserta didik dn berbasis teknologi informasi
            Perkembangan teknologi informasi menciptakan perubahan dalam pekerjaan, kopetensi-kopetensi yang dibutuhkan berubah, adapun kompetensi yang dibutuhkan sebagai berikut
1.      Pemikiran yang kritis
2.      Kopetensi yang generalis (luas)
3.      Kopetensi ICT yang merupakan seorang ahli
Keharusan tujuan pembelajaran
            Tujuan pembelajaran merupakan suatu keharusan dibuat oleh seorang guru dosen sebagai pedoman dalam perangkat kerja dari bidang studi pelajaran yang diajarkan oleh guru dosen kepada individu atau siswa/mahasiswa peserta didik merasa nyaman atau cocok.
Mamfaat tujuan pembelajaran
            Adapun mamfaat pembelajaran dapat membantu para guru dan dosen pendidik sebagai acuan metode mengajar yang tepat juga dapat membantu guru dalam merangcang evolusi yang sesuai dengan tujuan akan dianjurkan secara tepat untuk keberhasilan siswa/mahasiswa
Taksonomi tujuan pembelajaran
            Taksonomi disini diartikan sebagai salah satu metode klasifikasi tujuan intruksional secara berkejengjangan dan progresif ketingkat yang lebih tinggi. Disini tujuan introksional di klasifikasikan menjadi tiga kelompok atau kawasan dipecah lagi menjadi tiga yang lebih khusus  berdasarkan tungkat yang khusus itulah yang dikembang intruksional secara umum, proses, sehingga memudahkan dalam mengukur tingkat keberhasilan pertasi seseorang ini yang berarti setiap kawasan membahas berbagai pendidikan yang berbeda pula,
Teknik menulis tujuan pembelajaran macam tujuan pembelajaran
            Tujuan intruksional umum atau maksudnya adalah perilaku akhir yang dapat diharapkan dapat diperoleh dari hasil belajar latihan atau prosespendidikan lainya tujuan intruksional khusus adalah perilaku yang ingin dicapai oleh anak didik pada waktu proses belajar.


Format unutk menulis pembelajaran
            Tata bahasa merupakan unsur yang perlu diperhatikan dalam menulis tujuan sebeb dari unsur tersebut dapat dilihat konsep atau proses berpikir seseorang dalam menuangkan ide-idenya sehubungan dengan pembelajaran sebaik nya dinyatakan dengan jelas artinya, dapat diberi penjelasan tambahan apapun pembahasan
Desain materi pembelajaran
            Sebelum memasuki kelas guru harus merancang materi apayang ingin disampaikan dan sumber penunjang berdasarka kopetensi dan indikator belajar merancang meng organisasikan materi pelajar dimulai dari tingkat yang paling mudah sampai pada tingkat yang paling sulit menyusun materi bahan ajar berbagai rincian alat dalam penyusunan ‘kosakata’ yang harus dipelajari sesuai dengan fakta dan dapat bermamfaat bagi siswa/mahasiswa.
Tanggung jawab propesional, guru harus memiliki tangung jawab atas muatan/materi belajar yang disampaikan terhadap siswa secara propesional akan tetapi pelayanan terhadap siswa dalam berintegrasi, siswa juga merasa bertangung jawab menyelesaikan tugas yang diberikan guru dan mereka tidak merasa terbebani dengan tugas ang diberikan
Desain karakteristik peserta didik
Cara penyajian memang peranan yang sangat besar penyampaian materi siswa dilakukan denga matang dan seksama maka tentu hasilnya dapat maksimal,
Karakteristik peserta didik
Perilaku awal menentukan status pengetahuan dan keterampilan siswa jadi pembelajaran berlangsung dari perilaku siswa awal sampai keprilaku maksimal, usia kematngan siswa menentukan kesangupan menentukan kesanggupan untuk mengikutisebuah pembelajaran demikian hubungan kedekatan sedemikian siswa ituuntuk mempengarusi diri dan percaya diri untuk belajar lebih maksimal,
Perkembangan individu peserta didik
Perkembangan individu murid sangat penting dalam pendidikan, perkembangan itu ditujukan bagai mana perkembangan anak-anak remaja dan dewasa tumbuh dan berkembang fisik-fiisk dari pase ke pase itu sipat saling bergantungan atau saling mempengaruhi antara satu bangsa dengan bangsa lain.



Belajar fase fase perkembangan individu
Belajar merupakan aktifitas anak manusi yang sangat viral dibanding dengan mahluklain nya dengan demikian manusia membutuhkan kepandayan yang bersipat jasmani dan rohani dengan semua ini hanya dapat dicapai melalui semua ini belajar sangat penting bagi kehidupan manusia,
Perkembangan individu secara deduktif
1.      Masa sekolah
Pada masa ini individu mengunakan fungsi-fungsi biologis untuk menemukan berbagai hal, dalam hal dunianya.

2.      Masa usia jenjang pendidikan dasar
Masa ini disebut juga masa intelektual atau masa keserasian pada umur 6-7 tahun anak sudah diangap matang untuk memasuki sekolah.
Desain proses pembelajaran
            Proses belajarmerupakan kegiatan punda mental dalam proses pendidikan yang mana terjadinya proses belajar yang tidak terlepas dari mengajar,
Proses belajar dalah seperangkat kegiatan yang dilakukan siswa, kegiatan belajar dilaksanakan siswa dibawah bimbingan guru,
Konsep dan makna belajar
Belajar merupakan kegiatan yang terjadi pada semua orang tanpa mengenal batas waktu dan berlangsung hidup maka dari belajar memperoleh pengalaman baru mulai pengalaman siswa memperoleh pengertian, sikap, penghargaan, kebiasaan, kecakapan, kopetensi dan lain sebagainya,
Konsep dan makna mengajar
Mengajar adalah aktifitas seorang guru dalam rangka mentransperkan pengalaman belajar kepada siswa kegiatan mengajar biasanya diidentikkan dengan tugas guru dan dosen disekolah dan perguruan tinggi.
Teori-teori fisikologi tentang pembelajaran
1.      Teori belajar hevoterisme
Merupakan salah satu pendekatan memahami perilaku individu
2.      Teori belajar konstruktivisme
Merupakan teori perkembangan mental seseorang pelopor pisikologi kontrukvitisme

Penetapan standar proses pembelajaran
1.      Standar proses pembelajaran
2.      Standar pendidik dan tenaga kerja kependidikan
3.      Standar sarana dan prasarana
4.      Standar pengelolaan
5.      Standar biaya
6.      Standar penilayan pendidikan
Model pembelajaran
1.      Model pembelajaran kooperatif
Merupakan pembelajaran secara sadar dan sengaja mengembangkan interaksi yang saling asuh antar siswa untuk menghindari ketersinggugan dan kesalah pahaman yang dapat menimbulkan permasalahan
Metode-meode dalam pembelajaran
1.      Metode ceramah
2.      Metode tanya jawab
3.      Metode diskusi
4.      Meode kerja kelompok
5.      Metode tugas dan resipasi
Faktor –faktor dominan dalam peningkatan mutu proses pembelajaran
1.      Pendekatan mikro pendidikan
Merupakan suatu pendekatan terhadap pendidikan dengan indikator dilihat dari hubungan antara elemen peserta didik dan interaksi keduanya dalam usaha pendidikan.
Pendekatan makro pendidikan
            Merupakan suatu kajian denga elemen yang lebih luas trandarisasi perkembangan kurikulum pemerataan dan kemsaan serta keadilan standar mutu. Kemampuan bersaing
Desain interaksi pembelajaran
Interaksi pembelajaran adalah tidak terlepas dari persoalan komunikasi siswa dan guru terletak pada komunikasi yang komunikatif hubungan yang terjadi antara guru dan murid karna dalam menginteraksikan suatu yang dikenal salam istilah pesan


Ciri-ciri intiraksi pembelajarn interaksi belajar mengajar tujuan untuk membantu anak dalam suatu perkembangan tertentu, interaksi belajar mengajar ditandai dengan satu pengarapan materi yang khusus , ditandai dengan adanya aktifitas siswa,dalam interaksi dalam ngajar mengajar butuh kedisiplinan ada batas waktu.
Desain pesan pembelajaran
Seorang guru dalam mengemaskan pesan diharapkan membataskan dirinya dalam berkomunikasi terhadap siswa sesuai dengan tingkatan umurnya
Hakikat merancang pesan
a.       Pesan verbal
Kita bisa berkomunikasi dengan benar dengan cara manusiawi tanpa mengunankan kode perbal sistem simbol perbal dapat digunakan bahasa untuk berkomunikasi kata-kata bukan hanya menunjuk pada benda tetapi menunjuk pada isi suatu benda juga
b.      Pesan non verbal
Komunikasi non verbal adalah yang menyampaikan pesan secara legislatif yaitu non
verbal pokal dan non verbal- non pokal
Interaksi pesan perbal-non perbal
            Kontek dan pesan terjadi secara serentak semuanya tidak pernah terpisah secara aksolut tapi terinteraksi proses terjadinya interaksi pesan verbal non verbal bahwa mula-mula informasi disimpan didalam gudang indrawi, berperan sebagai tempat proses persatuan dari memori gudang indrawi yang menyebabkan kita melihat rangkayan gambar-gambar bergerak ketiak menonton filem,
Proses pembelajaran dan pengemasan pesan
            Dalam suatu pembelajaran adalah guru memberikan atau menyampaikan informasi pada siswa dalam bentuk pesan tertulis dan lisan dan guru membantu siswa untuk memahami materi yang di sajikan dan jika dalam menyerapkan materi terdapat masalah-masalah nyata dalam kehidupan siswa dalam hal ini guru sumber impormasi dan ilmu pengetahuan
Pendekatan dalam penyampayan pesan
a.       Pendekatan keras disebut juga sebagai istilah’’ rotan ‘’ guru yang berperan untuk mengontrol menghukum siswa serat mengawasi secara terus menerus
b.      Pendekatan lunak disebut juga dengan istilah’’ gula-gul’’ guru mengajar, memuji, mengajak, memujuk, dan mengasihi murid serta menjaga inisyatif murid.


Pendekatan pisikologi dalam berkomunikasi
            Proses komunikasi timbal balik disebut juga interaksi dalam arti kata saling mempengaruhi individu satu dengan individu yang lain
a.       Mempengaruhi sikap
b.      Menciptakan hubungan sosial
Desain kelas dan peserta didik
Pengaturan tanpat duduk duduk siswa dalam kelompok kecil merupakan pariabel yang berhubungan degan jumlah relasi yang terjadi dalam suatu kelompok belajar, menyangkut tempat duduk. Dengan demikian juga lingkungan belajar dalam ruang kelas dapat dirancang untuk menciptakan ruangan yang damai, nyaman, dan tidak menjanjikan, sehingga tujuan pembelajaran aktif dapat tercapai
Ukuran kelompok peserta didik dikelas
1.      Pelaksanaan pendidikan mana kala kelas yang terlalu besar biasanya menjadi kebutuhan umum para guru dan instruktur bahkan banyak yang percaya perbaikan mutu pembelajaran berlangsung dapat dicapai mengelompokan siswa lainnya didalam kelas yang bisa
2.      Teori pendidikan
Teori pendidikan mnyatakan besarnya suatu kelas atau pengelompokan belajar diharapkan dapat mempunyai beberapa dampak yang nyata dan maksimal
Ukuran kelas obtimal penemuan penelitian
  *         Kelas besar
-          Kelas kecil biasanya tidk lebih baik dari pada kelas besar apa bila tes pencapaian mengukur penerimaan informasi serta tradisional
-          Ukuran atau besarnya kelas yang optimal mencapai tujuan kopnitip tingkat rendah iyalah masalah selera
  *           Kelas kecil
-          Kelas kecil adalah obtimal bila digunakan pengukuran patokanyang menegahkan tujuan apektip dan koknetif tingkat tinggi
-          Guru dan siswa baik secara rasional atau irasional biasanya lebih menyukai



kelas kecil.
Rentang kontrol
            Jumah siswa yang ada didalam kelas manaka kita hubungkan denga rentangan kontor guru, maka akan membuat tambahan tugas guru secara ekstra dengan kata lain besarnya kelas  melibatkan tugas tugas tambahan yang akan dilaksanakan oleh seorang guru manejaer
Konsekuensi dan tambahan besarnya kelompok
1.      Makin besar tuntutan kepada guru guru disatu pihak,  sedangkan pihak lain makin kecil tuntutan siswa untuk mengunakan keterampilan
2.      Makin besar toleransi kelompok terhadap pengarahan dari guru pemimpin, dan makin menonjol dibandingkan dengan angota-anggota lain.
3.      Makin besar kecendrugan dari anggota yang lebih aktif mendominasi interaksi dalam kelompok.
Ukuran optimal tutorial
            Ukuran obtimal dari kelompok-kelompok tutorial, kecuali hasil karya cottrel, menyatakan hampir tidak ada penelitian yang berarti tentang evesensi pengajaran tutorial
Pengunaan tutorial satu lawan satu sewajarnya menghasilkan pengajaran yang kurang pormal karena siswa dituntut sebagaiyan besar bekerja sendiri.
Membentuk strategi komunikasi dalam kelompok
-          Komunikasi dengan krosa yang beruntung
Cara ini adalah paling umum dan paling jelas untuk memberikan suatu informasi
-          Strategi huristik
Jika kita ingin mencoba memperdekatkan rencana yang sisteatis dengan cara mereka
-          Strategi algoritma
Adalah suatu rencana yang sistematis,yang berbeda dengan huristik
Desain pengelolaan kelas
Pengelolaan kelas merupakan salah tingkah laku yang komplek dan guru atau dosen harus mampu menciptakan kondisi kelas yang demikian rupa sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan bermutu.


Pengertian pengelolaan kelas
Pengelolaan kelas adalah upaya yang dilakukan oleh guru untuk memberi kebebasan kepada siswa untuk melakukan berbagai aktifitas sesuai dengan yang mereka inginkan, dan fungsi guru bagai mana menciptakan kondisi siwa merasa aman untuk melakukan aktifitas dikelas.
Pengelolaan kelas adalah upaya mendayagunakan potensi kelas suatu uasaha yang dilaukan oleh penangung jawab kegiatan pembelajaran yang dimaksud untuk mencapai kondisi yang kondusip dan obtil sehingga dapat pemaksanakan pembelajaran yang diharapkan.
Penerapan asas didaktif dalam proses pembelajaran dikelas
a.       Asas keterlibatan belajar siswa  dikelas
Siswa yang aktif dalam pembelajaran memiliki keseriusan dan perhatian yang tinggi pada pencapayan tujuan pembelajaran
b.      Asas memberikan motifasi
Motifasi timbur dari kesadaran pribadi siswa itusendiri dan tugas seorang guru dituntut sebagai motivator untuk mendorong, mengerakkan supaya siswa melalukan atau tidak melakukan sesuatu untuk tujuan pembelajaran dikelas.
Dimensi pengelolaan kelas
1.      Dimensi pencegahan
2.      Dimensi tindakan
3.      Dimensi penyembuhan
Kondisi dan situasi belajar di kelas kondosi fisik
a.ruangan tempat berlansungnya proses belajar mengajar
b.pengaturan tempat duduk
c. vintilasi dan pengaturan cahaya
b. Pengaturan penyimpanan barang


komponen-komponen pengelolaan kelas
1.      Tindakan prefentip
Upaya munkin yang dilakukan oleh guru untuk mencegah terjadiny gangguan dalam pelajaran
2.      Tindakan represing
Kemampuan guru untuk mengatasi, mencari dan menemukn solusi yang tepat untuk mencegah yang terjadi dalam lingkungan pembelajaran
Desain strategi dan metode pembelajaran
            Para ahli pendidikan sepakat mengatakan strategi pembelajaran berkenaan dengan pendekatan pembelajaran dalam melaksanakan pembelajaran secara sistematik, sehingga muatan pelajaran dapat dikuasai oleh siswa secara tepat dan benar,
dengan demikian, strategi pembelajaran merupakan perpaduan dari urutan kegiatan, cara pengorganisasian materi pembelajaran dan siswa, dan peralatan dan bahan, serta waktu yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang ditentukan.
Desain media dan sumber pembelajaran
Proses seleksi media dipresentasikan dengan model desain intrusional. Waktu guru mengadakan pemilihan media ini berarti dia sedang melaksanakan pungsi desain. Pemilihan media sangat berhubungan dengan pemamfaatannya pilihan media ini termasuk salah satu desain intruksional. Waktu pemilihan media selalu berdasarkan isi atau karakteristik media yang mengunakan proses desain yang lebih sederhana.
            Pungsi pememfaatan media intuksional sangat penting karena ini mengambarkan interpasa antara siswa dan sistem intruksional
Desain tugas dan tagihan belajar
Yaitu catatan yang rinci mengenai komponen mengetahui, merespon dan melakukan dengan keterampilan dalam pembelajaran.
Desain tugas adalah perencanaan seorang guru dalam memberikan kegiatan atau tugas tugas belajar berupa pengalam berlangsung dikelas atau diluar kelas. istilah lain pemberian tugas tugas ini dikenal dengan tagihan belajar


Maka tagihan belajar adalah menjadi hal yang penting dan menentukan bagi capayan bagai mana pencapayan kopetensi peserta didik. Mungkin seorang guru memperbesar tagihan belajar, makin besarpula kemungkinan kopetenti akan dicapai. Dalam pembelajaran kompersional tagihan belajar ini, relatip kecil. Karena pembelajaran model konpersional, lebih banyak menekankan pada ranah koknitif saja.
 *Desain evaluasi pembelajaran
            Perlu anda ingat bahwa siswa harus diberitahu bahwa ia akan diuji perilaku yang sama sebanagai mana yang ditunjukan oleh sasaran.kita bekerja dalam sasaran memberikan petunjuk pada siswa untuk lebih menekuni kegiatan yang ditujukan kata kerja operasional tersebut ketika iya mempelajari isi bahan ajar itu, unsur pengetahuan yang dapat diuji dengan cara ini agak sempit, sering terbatas pada hapalan tentang fakta, depenisi, dan prinsip, atau mengidentifikasi pernyataan atau asas.soal ini dianggap banyaktidak membantu memjukan pola pikir siswa-siswa dan membuka kemungkinan siswa-siswa untuk menerka nerka sebenarnya soal ini lazim dipergunakan dalam dunia pendidikan tidak saja diindonesia atau tetapi dinegara negara maju, juga soal benar dan salah akan membantu siswa untuk berfikir secara mendalam dan melatih kecermatan yang timggi sehingga soal yangdiuji bebtul-betul salah atau benar.
 *Propesi dan kompetensi keguruan
            Propesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatiahan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus, suatu propesi biasanya memiliki asosiasi propesi, kode etik, serta proses sertipikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang propesi tersebut sementara kompetensi keguruan mengandung makna kewenagan (kekuasaan) untuk memutuskan sesuatu mengenai pengajaran pendidikan dan metode pengajaran pada dasarnya propesi guru adalah propesi yang sedang tumbuh. Walaupun ada yang berpendapat bahwa guru adalah jabatan semi propesional, namaun sebenarnya lebih dari itu. Hal ini dimungkinkan karena jabatan guru hanya dapat diperoleh pada lembaga pendidikan yang lulusannya menyiapkan tenaga guru, adanya organisasi propesi, kode etik dan ada aturan tentang jabatan propesional guru.







 *Menjadi guru yang profesional
            Tugas utama guruyaitu mengajar, mendidik, dan melatih.mendidik berarti mengembangkan dan meneruskan nilai-nilai hidup. Mengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, sementara melatih berarti mengembangkan keterampilan para pelajar. Guru adalah pendidik sebagai agen pembelajaran dengan memiliki peran sebagai fasilitator, motifator,pemacu, dan memberi inspirasi belajar bagi peserta didik, sesuai dengan perkembangan zaman dan teknologi dimensi pengetahuan semakin meluas. maka seorang guru yang profesional dituntut untuk mampu mengatasi perkembangan itu dengan meningkatkan profesinalitasnya. Kopetensi profesional kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam guru yang profesional alat berarti pembentukan sekolah ungul. Guru profesional memiliki pengalaman mengajar, kapasitas intelektual, moral, keimanan, ketakwaan, disiplin, bertanggung jawab, wawasan kependidikan yang luas, kemampuan manajerial, trampil, kreatif, memiliki keterbukaan profesional dalam memahami potensi,karakteristik dan masalah perkembangan peserta didik, mampu mengembangkan rencana dan karir peserta didik serta memiliki kemampuan meneliti dan mengembangkan kurikulum.
Desain penelitian tindakan kelas sebagai model pengembangan profesi pendidik
            Seorang guru profesional tidak hanya mampu dalam mendidik, mengajar, membimbing, tetapi juga mampu untuk mengembangkan penelitian tentang tindakan kelas tetapi juga mampu memecahkan masalah dan meningkatkan mutu pelajaran dan sebagainya,
dalam bidang pendidikan khususnya kegiatan pembelajaran, penelitian tindakan kelas berkembang sebagai sesuatu penelitian terapan halini sangat bermamfaat bagi guru untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran dikelas.
Desain pembelajaran berbasis teknologi dan informasi
            Perkembangan teknologi informasi telah mengarah kepada teknologi web yang ditandai diantaranya berkembangnya sistem berbasis jejaring sosial juga diwarnai teknologi yang memungkin kan belajarnya aplikasi web seperti aplikasi destop, perkembangan teknologi multi media baik audio dan video dan streami, dan lain’’. Sistem tersebut dibangun untuk menunjang penyelengaraan satuan pendidikan tingkat dasar dan menengah dengan menerapkan manajemen berbasis sekolah sesuai standar nasional pendidikan. Perkembangan ilmu dan teknologi merupakan salah satu hasil produktipitas dari manusia yang memiliki pengetahuan yang didapatkan dari pendidikan.



DAFTAR FUSTAKA
Arikunto, suharsimin. 1989. Dasar evaluasi pendidikan. Jakarta: PT BUMI Aksar.
Arif A mangkoesapoetro. (2004). Pemamfaatan media massa sumber pembelajaran IPS ditingkat persekolahan.
Bermawi munthe. 2009. Desain pembelajaran, yogyakarta:  pusatak insan madani.
Depdiknas. 2008. Sistem penilaian KTSP : panduan penyelengaraan pembelajaran remedia
Muktar dan iskandar, (2009) orientasi baru supervisi pendidikan jakarta : gaung persada press

Yamin, martinus. 2006. Strategi pembelajaran berbasis komputer jakarta:gaung persada press.