"Desain Pembelajaran berbasis TIK"
Buku ini berjudul Desain
Pembelajaran berbasis TIK, dikarang oleh Prof.Dr. Mukhtar, M.Pd dan Dr.
Iskandar, M.Pd. Diterbitkan di Jakarta tahun 2012 oleh penerbit Referensi.
Ketebalan buku ini terdiri dari 342 halaman. Cetakan diatas kertas
kualitas baik.
Isi buku terdiri dari 17 bab
yaitu 1) Orientasi Baru di Dunia Pembelajaran, 2) Desain Tujuan
Pembelajaran, 3) Desain Materi Pembelajaran , 4) Desain Karakteristik Peserta
didik, 5) Desain Proses Pembelajaran, 6) Desain Interaksi Pembelajaran, 7)
Desain Pesan Pembelajaran, 8) Desain Kelas dan Peserta Didik, 9) Desain
Pengelolaan Kelas, 10) Desain Strategi dan Metode Pembelajaran, 11) Desain
Media Instruksional, 12) Desain Tugas dan Tagihan Belajar, 13) Desain Evaluasi
Pembelajaran, 14) Profesi dan Kompetensi Guru Profesional, 15, Menjadi Guru
yang Profesional, 16) Desain Penelitian Tindakan Kelas sebagai Model
Pengembangan Profesi Pendidik, 17) Desain Pembelajaran berbasis Teknologi
Informasi Komunikasi. Disertai dengan tabel, catatan kaki, setiap BAB
diberikan penjelasan hal-hal penting, dll.
Buku ini menyajikan berbagai
kiat mendesain pembelajaran berbasis teknologi informasi dalam pendidikan, yang
diharapkan dapat diterapkan calon guru, yang ingin optimal di kelas. Sebelum
memulai menyampaikan materi di depan siswa terlebih dahulu yang penting
diperhatikan adalah bagaimana mendesain tujuan, kompetensi dan indikator
pembelajaran. Selanjutnya seorang guru harus mengenali karakteristik peserta
didik secara detail, dapat melakukan interaksi belajar yang kuncinya adalah
kemampuan berkomunikasi, baik secara verbal maupun non verba, dapat merancang
pesan pembelajaran, strategi pengelompokan siswa, strategi melaksanakan
pembelajaran, pemanfaatan media pembelajaran, menentukan muatan pembelajaran,
analisis tugas atau tagihan-tagihan kegiatan dalam pembalajaran dan yang
terakhir melakukan evaluasi pembelajaran, yang terpenting bagi pendidikan dan
peserta didik dapat menguasi dan menenerapkan teknologi informasi dalam
mendukung peruses pembelajaran.
RINGKASAN
BUKU
- BAB I
Pendahuluan, karakteristik
Sekolah, mengapa perlu desain pembelajaran, desain kurikulum dan pengembangan
guru dan peserta didik berbasis teknologi informasi.
Dalam sub bab “Pendahuluan”
diuraikan tentang munculnya era globalisasi di penghujung millennium
kedua ini, telah membuka wawasan dan kesadaran masyarakat, dengan sejumlah
harapan sekaligus kecemasan. Harapan-harapan ini muncul karena ada perbaikan
kualitas hidup dan kehidupan disatu sisi sebagai akibat pebguasaan ilmu
pengetahuan dan teknologi (IPTEK) serta informasi dan teknologi (INFOTEK), dan
disisi lain muncul juga kecemasan-kecemasan, hal ini disebabkan oleh adanya
perubahan yang tterlalu cepat menyebabkan kondisi masyarakat sulit untuk
beradaptasi di dalamnya.
Bangunan bagi masyarakat menjadi salah satu
pondasi teknologi dan informasi dalam rentang waktu yang sangat singkat telah
menjadi salah satu pondasi bagi masyarakat modern, pemahaman dan penguasaan
teknologi informasi merupakan jantung dalam dunia pendidikan.teknologi
informasi (Internet) sudah merasuk ke dalam kehidupan kita sehari-hari
khususnya dunia pendidikan.
Teknologi informasi internet
yang mendobrak batas ruang dan waktu menciptakan peluang dan juga
masalah-masalah baru bagi dunia pendidikan kita. Dengan kata lain satu sisi
teknologi di hasilkan oleh orang-orang yang pendidikan yang berasal dari
lembaga pendidikan, disatu sisi lembaga pendidikan membutuhkan teknologi.
Dengan lajunya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini,
ditambah dengan berkembangnya dunia maya yang website/situs diseluruh dunia.
Salah satu tujuan unisco adalah
memastikan bahwa semua Negara, baik yang berkembang, telah mempunyai akses
kepada fasilitas-fasilitas pendidikan yang baik yang sangat penting untuk mempersiapkan
SDM yang berkualitas yang diharapkan mampu bersaing dan bersanding serta
kontributif terhadap bangsa dan Negara.
Hari ini para peserta didik mulai
dari SD,SMP, SMA, serta perguruan tinggi sudah diperkenalkan dengan dunia informationTechnologi
. dengan diterapkan model pembelajaran berbasis multimedia akan membantu siswa
dan mahasiswa agar lebih melek lagi dengan dunia informasi teknologi karena
tidak semua peserta didik kenal betul dengan dunia ini. Banyaknya harapan yang
belum terpenuhi, dan tingkat kecemasan yang tinggi menuntut adanya pembekalan
bagi lembaga pendidikan, agar terjadi akselerasi kea rah pembelajaran
masyarakat. Akselerasi pembelajaran masyarakat tersebut menuntut kesiapan
sekolah, baik secara internal maupun secara eksternal.
- BAB II
bab ini terdiri dari sub bab pendahuluan
tujuan pendidikan dan pengajaran diartikan sebagai suatu bentuk usaha untuk
memberikan rumusan hasil yang diharapkan dari siswa/mahasiswa sebagai subjek belajar,
sehingga member kearah mana proses belajar mengajar itu di bawa dan
dilaksanakan.
Pada sub bab ini diuraikan keharusan
tujuan pembelajaran karena merupakan suatu keharusan bagi dosen, guru
(pendidik) dalam rangka merumuskan atau merancang bahan pelajaran yang akan
diajarkan kepada siswa.
Pada sub bab manfaat tujuan
pembelajaran. tujuan instruksional lahir dangan diawali oleh usaha B.F.Skinner
pada tahun 1950 yang menerapkan ilmu behavioris kemudian dari teori skinner
Robert mager menyusun buku dangan judul instruksional objective (1962) yang
pada tahun 1970 an telah diterapkan secara meluas di seluruh dunia termasuk
Indonesia. Teori ini diterapkan pada saat pengajar merumuskan atau merancang
satuan pelajaran dan bahan pelajaran.
- BAB III
menyusun materi bahan ajar diuraikan
tingkat belajar yang paling rendah menurut Gagne adalah informasi verbal,
karena tingkat ini menuntut hafalan, mengingat kembali atau kemampuan
menentukan berbagai fakta khusus.
Pada sub bab tanggungjawab
professional menguraikan guru harus memiliki tanggungjawab atas muatan/materi
pelajaran yang di sampaikan terhadap siswa secara professional, tanggungjawab tersebut
secara penuh atau akuntabilitinya. Menetapkan tujuan instruksional khusus.
Tidak hanya itu pelayanan terhadap siswa dalam berinteraksi, memberi kesempatan
siswa untuk bertanya lebih banyak, waktu lebih banyak dikuasai oleh siswa dan
siswalah sebagai sebagai titik pusat belajar.
- BAB IV
perkembangan individu peserta didik
pengetahuan tentang perkembangan individu murid, siswa, dan mahasiswa (peserta
didik) dalam proses pembelajaran sanga penting bagi guru, dosen (pendidik),
orang tua, stakeheldor dalam dunia pendidikan formal maupun non formal.
Pada sub bab Belajar dan fase-fase
prkembangan individu diuraikan fase-fase perkembangkan pada manusia sejak dari
masa kanak-kanak sampai tua, dikemukan oleh Havinghurst yang dikutip oleh Made
pidarta, 1997 sbb: fase perkembangan masa kanak-kanak, masa anak, masa remaja,
masa dewasa awal, masa setengah baya, masa tua.
Pada sub bab perkembangan individu
secara didaktis diuraikan masa usia pra sekolah, masa usia jenjang pendidikan
dasar, masa usia jenjang pendidikan menengah (masa remaja), masa usia jenjang
pendidikan tinggi (umur 18 hingga umur 25 tahun).
- BAB V
konsep dan makna belajar. Belajar di
defenisikan sebagai suatu proses yang mana suatu kegiatan berasal atau berubah
lewat reaksi dari suatu situasi yang di hadapi, dengan keadaan bahwa
karakteristik- karakteristik dari perubahan sementara dari organisme. Makna
dari proses belajar ditandai dengan perubahan tingkah laku, karena memperoleh
pengalaman baru. Pada sub bab teori-teori tentang pembelajaran dikemukakan
aliran psikologi yang sangat mempengaruhi pembelajaran yaitu 1) teori belajar
behaviorisme yang memandang individu dari sisi jasmaniah tanpa melihat aspek
mental. Yang lebih menekankan pada tingkah laku manusia. 2) teori belajar
humanistic yang dipelopori oleh abrham maslow yang melihat pada sisi
perkembangan kepribadian manusia daripada berfokus pada ketidaknormalan atau
sakit seperti yang dilihat oleh teori psikoanalisis freud. 3) teori belajar
konstruktivisme merupakan teori perkembangan menurut piaget yang salah satu
teorinya memahami perkembangan kognitif. Piaget mengatakan bahwa perkembangan
kognitif individu meliputi empat tahap yaitu: (1) sensory motor, (2) pre
operational, (3) concrete operational, (4) formal operational.
E. BAB VI
memahami ciri-ciri interaksi pembelajaran
diuraikan komponen pendukung interaksi edukatif yaitu tujuan yang ingin
dicapai, ada bahan/pesan yang menjadi isi interaksi, ada siswa yang aktif, ada
guru yang berperan, ada metode yang relevan, ada situasi yang mendukung dalam
proses pembelajaran, ada penilaian terhadap hasil interksi.
- BAB VII
jenis-jenis pesan diuaraikan pesan verbal,
pesan non verbal. Pada sub bab interaksi pesan verbal dan non verbal diuraikan
dalam suatu komunikasi berbagai saluran, konteks dan pesan terjadi secara
serentak. Semuanya tidak pernah terpisah secara absolut, tapi terinteraksi.
Maka pesan verbal, konteks, ekspresi muka dan suara, satu sama lain saling
mempengaruhi dan memberikan peran yang semuanya amat sangat menetukan bagi
interpretasi serta responnya.
- BAB VIII
rentang control jumlah kelas yang
besar sangat mempengaruhi eektifitas pembelajaran dan berpengaruh pula dalam
komunikasi pembelajaran. pada sub bab konsekuensi dan bertambah besarnya
kelompok pada umumnya penelitian membuktikan bahwa besanya kelompok mempunyai
beberapa akibat.
- BAB IX
Dimensi pengelolaan kelas dibagi
menjadi dimensi pencegahan, dimensi tindakan, dan dimensi penyembuhan. Pada sub
bab kondisi dan situasi belajar di kelas diuaraikan berdasarkan kondisi fisik.
Pada sub bab komponen pengelolaan kelas meliputi tindakan preventif
dan tindakan refresif.
- BAB X
Strategi
dan metode pembelajaran pada pemilihan strategi pembelajaran kita mengajukan
dua pertanyaan yaitu seberapa jauh strategi yang di susun itu di dukung
dengan teori-teori psikologi dan teori pembelajaran? kedua, seberapa jauh
strategi ini disusun secara tepat dalam membuat siswa mencapai tujuan
pembelajaran yang telah detetapkan sebelumnya. Pada sub bab komponen belajar
dibagi menjadi komponen utama pertama yaitu urutan kegiatan pembelajaran urutan
kedua sub komponen penyajian, ketiga sub komponen penutup.
- BAB XI
Pengembangan sumber belajar mencakup apa saja
yang digunakan untuk membantu tiap orang untuk belajar dan menampilkan
kompetensinya. Sumber belajar meliputi pesan, orang, bahan, alat, teknik dan latar.
Pada sub bab pemberdayaaan sumber belajar Sumber belajar meliputi pesan, orang,
bahan, alat, teknik dan latar. Pada sub bab ruang kelas sebagai sumber belajar
dapat dilakukan brbagai aktivitas pendidikan dan pengajaran dengan berbagaai
pendekatan mengajar.
- BAB XII
Tugas dan tagihan belajar
diuraikan berdasrkan jenis tagihan belajar dan tugas, sumber informasi, dan
merinci tugas.
- BAB XIII
Jenis-jenis pola menilai hasil
belajar di bagi menjadi ujian tertulis, ujian objektif. Pada sub bab
merancang alat ukur setiap alat ukur memiliki keunggulan dan kekurangan.
- BAB XIV
Profesi dan kompetensi guru dibagi menjadi konsepsi dan cirri-ciri
profesi, guru sebagai profesi, mengapa guru harus professional, kompetensi
guru.
- BAB XV
Menjadi
guru profesionalfiuraikan berdasrkan paradigma profesionalitas guru, guru
sebagai profesi, mengapa guru harud professional dalam mendesain pembelajaran,
profesionalisme guru, etika profesi keguruan.
- BAB XVI
Penelitian tindakan kelas sebagai
model pengembangan peserta didik. Diuraikan mengapa perlu penelitian tindakan
kelas (PTK) dalam pembelajaran, urgensi penelitian tindakan kelas bagi guru dan
dosen, keharusan guru dan dosen meneliti, langkah-langkah penelitian tindkan
kelas,kajian teori, perumusan hipotesis tindakan, pembuatan rencana dan
prosedur tindakan.
- BAB XVII
Pembelajaran berbasis teknologi
informasi diraikan berdasarkan pembelajaran berbasis internet, metode
pembelajaran bebasis internet, media pembelajaran berbasis komputer, kompetensi
profesi guru berbasis ict dan pendidikan dan penyiapan SDM berbasis IT.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar