Selasa, 22 Mei 2018

DESAIN PEMBELAJARAN BERBASIS TIK


                                    "Desain Pembelajaran berbasis TIK"

Buku ini berjudul Desain Pembelajaran berbasis TIK, dikarang oleh Prof.Dr. Mukhtar, M.Pd dan Dr. Iskandar, M.Pd.  Diterbitkan di Jakarta tahun 2012 oleh penerbit Referensi.  Ketebalan buku ini  terdiri dari 342 halaman.  Cetakan diatas kertas kualitas baik.
 Isi buku terdiri dari 17 bab yaitu  1) Orientasi Baru di Dunia Pembelajaran, 2) Desain Tujuan Pembelajaran, 3) Desain Materi Pembelajaran , 4) Desain Karakteristik Peserta didik, 5) Desain Proses Pembelajaran, 6) Desain Interaksi Pembelajaran, 7) Desain Pesan Pembelajaran, 8) Desain Kelas dan Peserta Didik, 9) Desain Pengelolaan Kelas, 10) Desain Strategi dan Metode Pembelajaran, 11) Desain Media Instruksional, 12) Desain Tugas dan Tagihan Belajar, 13) Desain Evaluasi Pembelajaran, 14) Profesi dan Kompetensi Guru Profesional, 15, Menjadi Guru yang Profesional, 16)  Desain Penelitian Tindakan Kelas sebagai Model Pengembangan Profesi Pendidik, 17) Desain Pembelajaran berbasis Teknologi Informasi Komunikasi. Disertai dengan tabel, catatan kaki, setiap BAB  diberikan penjelasan  hal-hal penting, dll.

 Buku ini menyajikan berbagai kiat mendesain pembelajaran berbasis teknologi informasi dalam pendidikan, yang diharapkan dapat diterapkan calon guru, yang ingin optimal di kelas. Sebelum memulai menyampaikan materi di depan siswa terlebih dahulu yang penting diperhatikan adalah bagaimana mendesain tujuan, kompetensi dan indikator pembelajaran. Selanjutnya seorang guru harus mengenali karakteristik peserta didik secara detail, dapat melakukan interaksi belajar yang kuncinya adalah kemampuan berkomunikasi, baik secara verbal maupun non verba, dapat merancang pesan pembelajaran, strategi pengelompokan siswa, strategi melaksanakan pembelajaran, pemanfaatan media pembelajaran, menentukan muatan pembelajaran, analisis tugas atau tagihan-tagihan kegiatan dalam pembalajaran dan yang terakhir melakukan evaluasi pembelajaran, yang terpenting bagi pendidikan dan peserta didik dapat menguasi dan menenerapkan teknologi informasi dalam mendukung peruses pembelajaran.
                                               RINGKASAN BUKU
  1. BAB I
      Pendahuluan, karakteristik Sekolah, mengapa perlu desain pembelajaran, desain kurikulum dan pengembangan guru dan peserta didik berbasis teknologi informasi.
Dalam sub bab “Pendahuluan” diuraikan tentang  munculnya era globalisasi di penghujung millennium kedua ini, telah membuka wawasan dan kesadaran masyarakat, dengan sejumlah harapan sekaligus kecemasan. Harapan-harapan ini muncul karena ada perbaikan kualitas hidup dan kehidupan  disatu sisi sebagai akibat pebguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) serta informasi dan teknologi (INFOTEK), dan disisi lain muncul juga kecemasan-kecemasan, hal ini disebabkan oleh adanya perubahan yang tterlalu cepat menyebabkan kondisi masyarakat sulit untuk beradaptasi di dalamnya.
     Bangunan bagi masyarakat menjadi salah satu pondasi teknologi dan informasi dalam rentang waktu yang sangat singkat telah menjadi salah satu pondasi bagi masyarakat modern, pemahaman dan penguasaan teknologi informasi merupakan jantung dalam dunia pendidikan.teknologi informasi (Internet) sudah merasuk ke dalam kehidupan kita sehari-hari khususnya dunia pendidikan.
Teknologi informasi internet yang  mendobrak batas ruang dan waktu menciptakan peluang dan juga masalah-masalah baru bagi dunia pendidikan kita. Dengan kata lain satu sisi teknologi di hasilkan oleh orang-orang yang pendidikan yang berasal dari lembaga pendidikan, disatu sisi lembaga pendidikan membutuhkan teknologi. Dengan  lajunya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini, ditambah dengan berkembangnya dunia maya yang website/situs diseluruh dunia.
Salah satu tujuan unisco adalah memastikan bahwa semua Negara, baik yang berkembang, telah mempunyai akses kepada fasilitas-fasilitas pendidikan yang baik yang sangat penting untuk mempersiapkan SDM yang berkualitas yang diharapkan mampu bersaing dan bersanding serta kontributif terhadap bangsa dan Negara.
Hari ini para peserta didik mulai dari SD,SMP, SMA, serta perguruan tinggi sudah diperkenalkan dengan dunia informationTechnologi . dengan diterapkan model pembelajaran berbasis multimedia akan membantu siswa dan mahasiswa agar lebih melek lagi dengan dunia informasi teknologi karena tidak semua peserta didik kenal betul dengan dunia ini. Banyaknya harapan yang belum terpenuhi, dan tingkat kecemasan yang tinggi menuntut adanya pembekalan bagi lembaga pendidikan, agar terjadi akselerasi kea rah pembelajaran masyarakat. Akselerasi pembelajaran masyarakat tersebut menuntut kesiapan sekolah, baik secara internal maupun secara eksternal.
  1. BAB II
 bab ini terdiri dari sub bab pendahuluan tujuan pendidikan dan pengajaran diartikan sebagai suatu bentuk usaha untuk memberikan rumusan hasil yang diharapkan dari siswa/mahasiswa sebagai subjek belajar, sehingga member kearah mana proses belajar mengajar itu di bawa dan dilaksanakan.
Pada sub bab ini diuraikan keharusan tujuan pembelajaran karena merupakan suatu keharusan bagi dosen, guru (pendidik) dalam rangka merumuskan atau merancang bahan pelajaran yang akan diajarkan kepada siswa.  
Pada sub bab manfaat tujuan pembelajaran. tujuan instruksional lahir dangan diawali oleh usaha B.F.Skinner pada tahun 1950 yang menerapkan ilmu behavioris kemudian dari teori skinner Robert mager menyusun buku dangan judul instruksional objective (1962) yang pada tahun 1970 an telah diterapkan secara meluas di seluruh dunia termasuk Indonesia. Teori ini diterapkan pada saat pengajar merumuskan atau merancang satuan pelajaran dan bahan pelajaran.   
  1. BAB III
menyusun materi bahan ajar diuraikan tingkat belajar yang paling  rendah menurut Gagne adalah informasi verbal, karena tingkat ini menuntut hafalan, mengingat kembali atau kemampuan menentukan berbagai fakta khusus.
Pada sub bab tanggungjawab professional menguraikan guru harus memiliki tanggungjawab atas muatan/materi pelajaran yang di sampaikan terhadap siswa secara professional, tanggungjawab tersebut secara penuh atau akuntabilitinya. Menetapkan tujuan instruksional khusus. Tidak hanya itu pelayanan terhadap siswa dalam berinteraksi, memberi kesempatan siswa untuk bertanya lebih banyak, waktu lebih banyak dikuasai oleh siswa dan siswalah sebagai sebagai titik pusat belajar.   
  1. BAB IV
 perkembangan individu peserta didik pengetahuan tentang perkembangan individu murid, siswa, dan mahasiswa (peserta didik) dalam proses pembelajaran sanga penting bagi guru, dosen (pendidik), orang tua, stakeheldor dalam dunia pendidikan formal maupun non formal.
Pada sub bab Belajar dan fase-fase prkembangan individu diuraikan fase-fase perkembangkan pada manusia sejak dari masa kanak-kanak sampai tua, dikemukan oleh Havinghurst yang dikutip oleh Made pidarta, 1997 sbb: fase perkembangan masa kanak-kanak, masa anak, masa remaja, masa dewasa awal, masa setengah baya, masa tua.
Pada sub bab perkembangan individu secara didaktis diuraikan masa usia pra sekolah, masa usia jenjang pendidikan dasar, masa usia jenjang pendidikan menengah (masa remaja), masa usia jenjang pendidikan tinggi (umur 18 hingga umur 25 tahun).
  1.  BAB V
 konsep dan makna belajar. Belajar di defenisikan sebagai suatu proses yang mana suatu kegiatan berasal atau berubah lewat reaksi dari suatu situasi yang di hadapi, dengan keadaan bahwa karakteristik- karakteristik dari perubahan sementara dari organisme. Makna dari proses belajar ditandai dengan perubahan tingkah laku, karena memperoleh pengalaman baru. Pada sub bab teori-teori tentang pembelajaran dikemukakan aliran psikologi yang sangat mempengaruhi pembelajaran yaitu 1) teori belajar behaviorisme yang memandang individu dari sisi jasmaniah tanpa melihat aspek mental.  Yang lebih menekankan pada tingkah laku manusia. 2) teori belajar humanistic yang dipelopori oleh abrham maslow yang melihat pada sisi perkembangan kepribadian manusia daripada berfokus pada ketidaknormalan atau sakit seperti yang dilihat oleh teori psikoanalisis freud. 3) teori belajar konstruktivisme merupakan teori perkembangan menurut piaget yang salah satu teorinya memahami perkembangan kognitif. Piaget mengatakan bahwa perkembangan kognitif individu meliputi empat tahap yaitu: (1) sensory motor, (2) pre operational, (3) concrete operational, (4) formal operational.
E. BAB VI
 memahami ciri-ciri interaksi pembelajaran diuraikan komponen pendukung interaksi edukatif yaitu tujuan yang ingin dicapai, ada bahan/pesan yang menjadi isi interaksi, ada siswa yang aktif, ada guru yang berperan, ada metode yang relevan, ada situasi yang mendukung dalam proses pembelajaran, ada penilaian terhadap hasil interksi.
  1. BAB VII
 jenis-jenis pesan diuaraikan pesan verbal, pesan non verbal. Pada sub bab interaksi pesan verbal dan non verbal diuraikan dalam suatu komunikasi berbagai saluran, konteks dan pesan terjadi secara serentak. Semuanya tidak pernah terpisah secara absolut, tapi terinteraksi. Maka pesan verbal, konteks, ekspresi muka dan suara, satu sama lain saling mempengaruhi dan memberikan peran yang semuanya amat sangat menetukan bagi interpretasi serta responnya.  
  1. BAB VIII
rentang control jumlah kelas yang besar sangat mempengaruhi eektifitas pembelajaran dan berpengaruh pula dalam komunikasi pembelajaran.  pada sub bab konsekuensi dan bertambah besarnya kelompok pada umumnya penelitian membuktikan bahwa besanya kelompok mempunyai beberapa akibat.
  1. BAB IX
Dimensi pengelolaan kelas dibagi menjadi dimensi pencegahan, dimensi tindakan, dan dimensi penyembuhan. Pada sub bab kondisi dan situasi belajar di kelas diuaraikan berdasarkan kondisi fisik.   Pada sub bab komponen pengelolaan kelas meliputi tindakan preventif dan tindakan refresif.
  1. BAB X
      Strategi dan metode pembelajaran pada pemilihan strategi pembelajaran kita mengajukan dua pertanyaan yaitu seberapa jauh strategi yang  di susun itu di dukung dengan teori-teori psikologi dan teori pembelajaran? kedua, seberapa jauh strategi ini disusun secara tepat dalam membuat siswa mencapai tujuan pembelajaran yang telah detetapkan sebelumnya. Pada sub bab komponen belajar dibagi menjadi komponen utama pertama yaitu urutan kegiatan pembelajaran urutan kedua sub komponen penyajian, ketiga sub komponen penutup.
  1. BAB XI
             Pengembangan sumber belajar mencakup apa saja yang digunakan untuk membantu tiap orang untuk belajar dan menampilkan kompetensinya. Sumber belajar meliputi pesan, orang, bahan, alat, teknik dan latar. Pada sub bab pemberdayaaan sumber belajar Sumber belajar meliputi pesan, orang, bahan, alat, teknik dan latar. Pada sub bab ruang kelas sebagai sumber belajar dapat dilakukan brbagai aktivitas pendidikan dan pengajaran dengan berbagaai pendekatan mengajar.  
  1. BAB XII
   Tugas dan tagihan belajar diuraikan berdasrkan jenis tagihan belajar dan tugas, sumber informasi, dan merinci tugas.
  1. BAB XIII
   Jenis-jenis pola menilai hasil belajar di bagi  menjadi ujian tertulis, ujian objektif. Pada sub bab merancang alat ukur setiap alat ukur memiliki keunggulan dan kekurangan.
  1. BAB XIV
   Profesi dan kompetensi guru dibagi menjadi konsepsi dan cirri-ciri profesi, guru sebagai profesi, mengapa guru harus professional, kompetensi guru.
  1. BAB XV
     Menjadi guru profesionalfiuraikan berdasrkan paradigma profesionalitas guru, guru sebagai profesi, mengapa guru harud professional dalam mendesain pembelajaran, profesionalisme guru, etika profesi keguruan.
  1. BAB XVI
     Penelitian tindakan kelas sebagai model pengembangan peserta didik. Diuraikan mengapa perlu penelitian tindakan kelas (PTK) dalam pembelajaran, urgensi penelitian tindakan kelas bagi guru dan dosen, keharusan guru dan dosen meneliti, langkah-langkah penelitian tindkan kelas,kajian teori, perumusan hipotesis tindakan, pembuatan rencana dan prosedur tindakan.
  1. BAB XVII
     Pembelajaran berbasis teknologi informasi diraikan berdasarkan pembelajaran berbasis internet, metode pembelajaran bebasis internet, media pembelajaran berbasis komputer, kompetensi profesi guru berbasis ict dan pendidikan dan penyiapan SDM berbasis IT.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar